ADV BARITO KUALA
Disbunak Barito Kuala Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Peternakan dan Perkebunan
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN- Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, terus mendorong upaya ketahanan pangan dengan beragam program nyata. Mulai dari pelatihan pakan ternak, pengadaan 10 ekor sapi potong, hingga pengembangan sapi betina menjadi langkah awal yang kini dijalankan.
Kepala Disbunak Barito Kuala, Suwartono Susanto, menjelaskan bahwa program pengembangan sapi betina dilaksanakan bersama kelompok tani lokal untuk menambah populasi sekaligus meningkatkan kualitas genetik Sapi Bali.
“Selain itu, kami juga memperluas layanan inseminasi buatan dan pemeriksaan kebuntingan sapi di beberapa sentra pembibitan, seperti Barambai, Wanaraya, Rantau Badauh, dan Mandastana. Dengan begitu, kualitas genetik lebih baik dan angka kelahiran sapi bisa terus ditingkatkan,” kata Suwartono saat ditemui di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (30/6/2025).
Baca juga: Wali Kota Lisa Halaby Pimpin Rapat Koordinasi, Samakan Visi Misi Banjarbaru EMAS
Tak hanya fokus pada sapi, Disbunak Barito Kuala juga menyalurkan bantuan ternak unggas berupa bebek petelur, ayam ras petelur, dan ayam buras ke seluruh kecamatan. Langkah ini tidak hanya untuk menambah pasokan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Program penyediaan ayam segar dan telur untuk 100 keluarga di Kecamatan Marabahan, Bakumpai, dan Tabukan juga dijalankan sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting. Program tersebut bersinergi dengan Tim Rembuk Stunting Kabupaten Barito Kuala.
Di sisi lain, Suwartono menegaskan bahwa wilayah Barito Kuala masih masuk dalam kategori daerah tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sesuai SK Menteri Pertanian Nomor 708 Tahun 2024. Karena itu, pihaknya aktif melakukan vaksinasi, edukasi, surveilans, hingga pengobatan rutin pada hewan ternak.
“Alhamdulillah, saat Idul Adha kemarin, penyebaran PMK bisa ditekan. Kami juga memeriksa hewan kurban baik sebelum maupun sesudah pemotongan di seluruh kecamatan. Total ada 604 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang diperiksa. Perlu diketahui, Rumah Potong Hewan di Barambai juga sudah memiliki sertifikat halal,” tambahnya.
Untuk sektor perkebunan, Disbunak turut mengembangkan tanaman purun. Tahun ini, penanaman purun tikus dilakukan di lahan tiga hektare di Belawang, sementara purun danau ditanam di lahan satu hektare di Kecamatan Kuripan.
Lebih jauh, Barito Kuala juga disiapkan sebagai sentra pengembangan kelapa rakyat. Luasnya mencapai 3.000 hektare yang diusulkan untuk tahun 2026, meliputi Kecamatan Tamban, Mekarsari, Tabunganen, Alalak, dan Mandastana.(www.kanalkalimantan.com/hms)
Reporter: Hms
Editor: Rdy
-
HEADLINE3 hari yang laluPrabowo Sindir Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar
-
NASIONAL3 hari yang laluAturan Baru BGN: SPPG Wajib Kelola Limbah
-
Kota Banjarbaru3 hari yang lalu8 Bus Mudik Gratis Berangkatkan 176 Warga ke Banua Anam
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluPawai Takbiran Hiasi Malam Idulfitri di Tanjung Seloka
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluLibur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, PTAM Intan Banjar Sesuaikan Jadwal Pelayanan
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluRatusan Peserta Ramaikan Pawai Gema Takbir Idul Fitri 1447 H di Kuala Kapuas





