Connect with us

Kabupaten Banjar

Dampak Kabut Karhutla, Bupati Banjar Instruksikan Disdik Siapkan Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh

Diterbitkan

pada

Suasana kabut di Kota Martapura akibat asap kebakaran lahan. Foto: Tangkapan layar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi mengakibatkan kondisi udara di Kabupaten Banjar pada khususnya menjadi tidak sehat dan mengharuskan Pemerintan Kabupaten Banjar mengambil sejumlah langkah antisipasi, diantaranya melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh satuan pendidikan.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memantau kondisi seluruh satuan pendidikan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan mempertimbangkan faktor kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Disdik Kabupaten Banjar Liana Penny menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran sekolah untuk memantau kondisi udara serta kesiapan masing-masing satuan pendidikan dalam menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara.

Kepala Disdik Kabupaten Banjar Liana Penny. Foto: dksipbanjar

Baca juga : Saidi Mansyur Turun Langsung ke Titik Karhutla, Pastikan Pengendalian Berjalan Optimal

Menurut dia, pihaknya terus mengikuti perkembangan situasi di lapangan dan meminta sekolah agar memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Apabila kondisi kabut asap makin pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan, maka pembelajaran tatap muka dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap memburuk,” ujar Liana Penny, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga : 300 Rumah Warga Balangan Masuk Program Bedah Rumah

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang telah disiapkan Pemkab Banjar melalui Dinas Pendidikan adalah penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila diperlukan.

Skema tersebut menjadi alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa mengharuskan siswa beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara berada pada kondisi yang kurang baik.

Liana Penny menambahkan, penerapan PJJ akan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah dan perkembangan situasi kabut asap. Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan tetap mengacu pada kebijakan dan arahan pemerintah daerah.

Baca juga : PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Dukung Akselerasi Pengembangan EBT

“Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman,” tambah dia.

Disdik Kabupaten Banjar juga mengimbau kepada seluruh sekolah agar meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa terkait kondisi terkini. Sekolah diharapkan dapat segera melaporkan apabila terdapat kendala akibat dampak kabut asap, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan peserta didik maupun aktivitas pembelajaran.

Selain melakukan antisipasi di sektor pendidikan, Pemkab Banjar juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya penanganan karhutla dan dampak kabut asap.

Pemerintah daerah melakukan pemantauan kondisi wilayah serta memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu.

Baca juga : Karhutla Kalsel: Tercatat 2.019 Kejadian, Hanguskan 9.943,26 Hektare

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan masyarakat yang memiliki risiko gangguan pernapasan. Warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan.

Pemkab Banjar menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil. Kondisi kabut asap akan terus dipantau dan evaluasi dilakukan secara berkala agar langkah yang diterapkan dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Melalui kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Banjar berharap kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik sekaligus memastikan para siswa mendapatkan perlindungan maksimal dari dampak kabut asap akibat karhutla. (Kanalkalimantan.com/dkispbanjar)

Editor: dhani


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca