Connect with us

Kalimantan Selatan

BPBD Banjar: 10.635 Rumah dan 36.108 Jiwa Terdampak Banjir

Diterbitkan

pada

Banjir menggenang salah satu jalan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Foto: rizki

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar hingga Jumat (24/1/2025), banjir telah melanda 8 kecamatan di Kabupaten Banjar.

Delapan kecamatan yang dimaksud yakni Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Cintapuri Darussalam, Gambut, Sungai Tabuk, Astambul, dan Karang Intan dengan tingkat kedalaman dan luasan banjir bervariasi.

Banjir parah terjadi di Kecamatan Sungai Tabuk merendam rumah warga di 15 desa, kemudian Kecamatan Martapura Barat 12 desa. Permukiman penduduk di dua kecamatan ini berada di bantaran Sungai Martapura, sehingga terdampak luapan air sungai.

Baca juga: Dua Sopir ‘Kurir’ Uang Suap Rp1 Miliar, Begini Pengakuannya di Sidang

Kemudian di Kecamatan Martapura Timur terdata banjir merendam 11 desa, Kecamatan Cintapuri Darussalam 8 desa, Kecamatan Martapura 5 desa, Kecamatan Astambul 2 desa, Kecamatan bKarang Intan 1 desa, dan Kecamatan Gambut ada 1 kelurahan yang terdampak banjir.

Secara keseluruhan, BPBD Banjar mendata total ada 10.635 rumah dari 12.450 kepala keluarga yang terendam banjir di Kabupaten Banjar.

Kemudian banjir menyebabkan 36.108 jiwa di 8 kecamatan terdampak.

Bahkan korban banjir di beberapa desa sudah ada yang harus mengungsi, seperti di Kelurahan Gambut, Desa Sungai Tabuk Keramat, dan Desa Pejambuan.

Baca juga: Liang Anggang Masih Terendam, BPBD Banjarbaru Buka Empat Posko

BPBD Banjar sebelumnya sudah mengeluarkan imbauan terkait potensi bencana hidrometeorologi saat musim hujan.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banjar, berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG bahwa Provinsi Kalsel, khususnya wilayah kabupaten Banjar telah memasuki musim hujan dimulai pada bulan Oktober hingga mencapai puncaknya pada bulan Januari hingga Februari yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti cahaya ekstrem, angin kencang, puting beliung, banjir rob serta tanah longsor,” imbau akun @bpbd_kab.banjar (Kanalkalimantan.com/rizki)

Reporter: rizki
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca