HEADLINE
BANUA BANGKIT. Warga Desa Alat Bangun Kembali Musholla dan Jembatan yang Hilang Diterjang Bah
KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meninggalkan kerugian material dan ingatan kelam yang membekas warga korban bencana. Di tengah semua itu, warga korban banjir besar di HST bangkit bersama membangun kembali desa mereka yang luluh lantak.
Seperti yang dilakukan warga Desa Alat, Kecamatan Hantakan, HST, warga bergotong royong membangun kembali fasilitas umum di desa mereka dari awal. Kanalkalimantan.com, berkesempatan langsung melihat masyarakat Desa Alat bersama anggota TNI sedang bergotong royong membangun mushola dan jembatan darurat yang baru. Ya, musholla dan jembatan yang dulu pernah ada, lenyap diterpa derasnya terjangan bah.
Berbicara kepada Kanalkalimantan.com, Kapten Inf Andi Tiro, Danramil 1002-07/Pagat mengatakan, rekan-rekan TNI yang ada di Kodim Barabai berusaha membantu masyarakat yang menjadi korban bencana ini.
“Bencana kali ini memang yang terberat bagi masyarakat di sini. Dan di sini kami berusaha meringankan sedikit beban dari para korban dengan cara membantu tenaga semampu kami semua, selama itu masuk dalam batas kemampuan kami, pasti kami bantu, karena itu sudah menjadi tugas dan bentuk kepedulian kami bagi para korban banjir,” ucap pria yang berpangkat kapten infanteri, dijumpai Kanalkalimantan.com, Rabu (3/2/2021) siang.

Musholla dibangun secara gotong royong, dengan dana yang didapat dari sumbangan para donatur.
Aimin, salah satu warga desa Alat mengungkapkan, bencana kali ini memang memberikan pukulan yang berat bagi warga desa Alat dan desa lainnya.
“Ini pertama kalinya, sampai terjadi seperti ini, bukan hanya rumah, tapi juga beberapa kebun, simpanan padi hasil tahun lalu, musholla dan lain-lain, habis hanyut terbawa banjir. Bagi rumah atau bangunan yang masih bertahan juga mengalami kerusakan dan dipenuhi lumpur dari banjir tersebut,” ujarnya.
Ia berharap semoga semuanya bisa tetap semangat menjalani semua cobaan, dan juga berharap mendapatkan bantuan untuk membangun kembali, atas apa yang telah hancur saat bencana tersebut.
“Semoga saja pemerintah bisa bijaksana terhadap kami yang menjadi korban bencana banjir ini, ada bantuanlah supaya para korban bisa membangun rumah dan lain-lain, yang hancur karena bencana banjir ini,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/tius)
Editor : Bie
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluIni Aturan Warung Makan Selama Ramadan di Banjarmasin
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluArti Warna Merah dalam Tradisi Imlek
-
HEADLINE2 hari yang laluMalam Imlek Penuh Khidmat di Klenteng Karta Raharja Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluHilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat
-
Lifestyle2 hari yang laluIni Makna di Balik Shio Kuda Api Imlek 2026
-
HEADLINE2 hari yang lalu1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari

