Connect with us

HEADLINE

Baca Al Qur’an Sambil Ngopi di Cafe Ka Haji, Pilihan Nongkrong Para Santri

Diterbitkan

pada

Para santri muda yang mengaji Al Qur'an di Cafe Ka Haji Banjarbaru. Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Di tengah hiruk pikuk suasana perkotaan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kedai-kedai kopi dan anak muda yang sedang nongkrong bareng menjadi pemandangan yang biasa.

Pemandangan berbeda terlihat di sebuah kedai kopi di Jalan Srikaya, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Cafe dari sebuah rumah ini disulap menjadi tempat nongkrong yang tak biasa.

Kedai kopi ini diberi nama Cafe Ka Haji oleh empat orang si pemilik modal. Berawal dari tempat ngopi biasa, lambat laun si pemilik cafe menghadirkan pengunjung yang isinya adalah anak-anak muda yang sedang membaca Al Qur’an.

Baca juga: Banjar Bersholawat Bersama Habib Syech di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura


Muhammad Aini sebagai yang mengetuai Cafe Ka Haji mengatakan, empat orang owner mendirikan tempat ngopi ini dengan tujuan awal mengisi waktu luang saja.

“Kenapa dinamakan Ka Haji karena owner sering dipanggil Ka Haji oleh teman-temannya, jadilah Cafe Ka Haji sudah satu tahun berjalan sampai saat ini,” ujar Muhammad Aini kepada Kanalkalimantan.com.

Awal merintis kedai kopi ini kata Aini, sang pemilik berinisiatif mengundang anak-anak muda yang kebanyakan santri-santri pondok pesantren untuk
membaca Al Qur’an di kedai kopi ini.

“Kalau untuk membaca dan mengaji Al Qur’an ini baru sekitar 3 bulan terakhir. Awalnya kami lebih mengutamakan membaca buku, namun kurang peminatnya, makanya lebih banyak orang yang mengaji,” ungkapnya.

Baca juga: Festival Seni dan Pawai Budaya 2025 Berlangsung Sepekan di Lapangan Murdjani

Untuk menarik minat, penggunjung yang datang mengaji sambil nongkrong di cafe ternyata mendapatkan uang senilai Rp50 ribu dan gratis kopi beserta roti.

“Minimal 1 juz dapat Rp50 ribu, dapat kopi sama roti. Yang mengaji ini rata-rata anak santri di pondok-pondok kawasan Banjarbaru dan sekitarnya. DM instagram persyaratannya, daftar satu hari untuk 30 orang,” jelas Aini.

Inisiatif pemilik menarik minat pengunjung ini pun berangkat dari hasil pengamatan kebiasaan banyak orang yang memainkan smartphone atau handphone, ketimbang membaca buku atau membaca Al Qur’an.

Alhasil cara ini pun banyak diminati masyarakat khususnya para anak-anak muda di Kota Banjarbaru, bahkan membuat para pegawai di cafe ini kewalahan menangani pengunjung yang ingin datang.

Baca juga: Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT Ke-80 RI, Ini Kata Wabup Kapuas

“Sampai peminatnya sangat banyak kami pun kewalahan menghandel, makanya kami adakan sistem booking satu orang minimal satu minggu saja, gak bisa tiap hari karena saking banyaknya peminat,” kata dia.

Begitu pula dengan membaca buku, pengunjung yang dapat melihat sekaligus membaca buku-buku koleksi yang tersedia di Cafe Ka Haji sambil nongkrong bisa mendapatkan kopi dan roti.

“Kalau membaca gak dapat uang cuma dapat kopi sama roti aja. Ada juga menu-menu yang bisa dipesan dari harga Rp18 ribu sampai Rp120 ribu paling mahal,” tuntasnya.

Baca juga: Residivis Narkoba Dibekuk Polsek Liang Anggang, Berawal dari Kasus Pencurian Mobil


Kedai kopi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini setiap hari buka mulai pukul 08.00 Wita hingga 22.00 Wita. Sedangkan untuk akhir pekan kedai kopi buka dari pukul 08.00 Wita hingga 00.00 Wita.

Arsyad Bukhari, anak muda, santri asal Kalimantan Timur yang tinggal di Banjarbaru yang mengaku berhasil mendapatkan uang Rp50 ribu beserta kopi dan roti karena sudah mengaji 1 Juz di Cafe Ka Haji.

“Di sini bisa melakukan kegiatan keagamaan sambil nongkrong, misalnya kita ngaji sebanyak satu juz di sini dikasih hadiah Rp50 ribu, menurut saya salah satu kegiatan positif untuk anak-anak muda, selain itu juga berguna supaya waktu kita lebih bermanfaat,” ujar Arsyad Bukhari.

“Sudah mengaji satu juz, dapat hadiah. Alhamdulillah 50 ribu, sama dikasih kopi dan roti,” sambungnya.

Dirinya berencana datang lagi ke kedai kopi ini karena bisa menjadi salah satu bentuk membangun kebiasan baik anak-anak muda agar senang dengan Al Qur’an

Di sisi lain juga bisa menumbuhkembangkan minat literasi sebab ada disediakan beberapa buku yang menambah wawasan sekaligus menerapkan hafalan Al Qur’an. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca