Connect with us

ACT KALSEL

Asap Kian Pekat, ACT Kalsel Bagikan Masker

Diterbitkan

pada

Tim Respon Karhutla ACT Kalsel bergerak membagikan masker ke Desa Pandahan, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut. Foto : act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PELAIHARI, Musim kemarau yang melanda Indonesia tahun ini dinyatakan BMKG lebih kering dari tahun sebelumnya. Selain persoalan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di beberapa provinsi termasuk di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data SiPongi KLHK hingga Agustus, luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mencapai 4.670 hektare. Dampak asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan semakin terasa dari hari ke hari. Seperti yang terjadi pada Jum’at (6/9) kemarin.

Sebagian wilayah di kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut diselimuti asap tebal. Bahkan beberapa sekolah harus diliburkan. Merespon kejadian tersebut, Sabtu (7/9) pagi tim Respon Karhutla ACT Kalsel bergerak membagikan masker ke Desa Pandahan, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut. Sebanyak 340 masker dibagikan kepada warga, anak-anak sekolah dan pengendara pengguna jalan.



Koordinator Tim, Muhammad Riadi menjelaskan, desa Pandahan merupakan titik terdampak asap yang cukup parah. “Sejak kemarin kabut asap di sini sangat pekat, sehingga mengganggu aktifitas masyarakat termasuk anak-anak sekolah dan pengguna jalan,” ujarnya.

“Semoga masker yang kami bagikan hari ini bisa membantu mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan warga,” imbuhnya. Lebih lanjut Riadi bercerita, selain pembagian masker tim Respon Karhutla ACT Kalsel juga telah melakukan aksi berupa pemadaman api di beberapa lokasi di Kalimantan Selatan.

“Sejak sebulan yang lalu kami juga ikut melakukan pemadaman api di desa Jejangkit, desa Pinang Habang, dan di Bati-bati,” terangnya.  Aksi pagi itu juga berkolaborasi dengan PMI dan BPBD Tanah Laut. Tak hanya berbagi masker, tim relawan juga melakukan pemadaman titik-titik api yang masih terlihat.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut Muhammad Kusri menyebutkan luas lahan yang terbakar di desa Pandahan mencapai 10 hektare. “Kemarin kami sudah melakukan pemadaman, namun pagi ini titik api kembali muncul sehingga kami juga membawa unit pemadam,” ujarnya.

Muhammad Kusri juga mengimbau kepada warga untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutandan lahan. “Ini sudah masuk pada puncak kemarau sehingga kejadian kebakaran cukup tinggi, maka semua pihak harus waspada untuk mencegah kebakaran,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin. “Musim kemarau panjang menyebabkan kekeringan dimana-mana, sehingga lahan dan hutan mudah terbakar, terlebih di lahan gambut.

Maka mari bersama-sama menjaga agartidak terjadi kebakaran lahan, karena dampak asap berakibat buruk untuk kesehatankita semua,” ujarnya. Zainal juga mengapresiasi kerja-kerja relawan yang selama ini sigap merespon dampak Karhutla. “Salut untuk para relawan yang mendedikasikan waktu dan tenaga, semoga selalu diberi kesehatan dan dibalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik,” pungkasnya. (retno/act kalsel)

Reporter : retno/act kalsel
Editor : KK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ACT KALSEL

Musibah Kebakaran di Satui, MRI-ACT Tanbu Bergerak Bantu Korban

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim MRI-ACT langsung bergerak merespon musibah kebakaran di Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Tanbu. Foto: act kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kalimantan Selatan. Kali ini, terjadi di Desa Sungai Danau RT 14, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Selasa (1/12/2020) siang.

Informasi yang dihimpun dari lapangan, kebakaran mengakibatkan 17 buah rumah hangus terbakar. Akibatnya, 52 jiwa kehilangan tempat tinggal. Banyaknya rumah yang terbakar, lantaran angin yang berhembus cukup kencang, sehingga sempat menyulitkan tim pemadam kebakaran gabungan untuk memadamkan api.

Usai pemadaman, Tim MRI-ACT Tanah Bumbu langsung bergerak. Selain melakukan pendataan korban kebakaran, tim relawan juga menyediakan makanan untuk penyintas musibah kebakaran.

“Alhamdulilah Relawan MRI-ACT beserta aparat pemerintah telah menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada masyarakat,” kata Indra Gunawan, relawan MRI-ACT Tanah Bumbu yang berada di lokasi kejadian.



 

Indra menambahkan, saat ini korban kebakaran di Satui memilih mengungsi di rumah sanak saudaranya yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Selain itu, selain makanan, korban musibah kebakaran juga sangat membutuhkan pakaian dan obat-obatan.

“Alhamdulillah sudah ada donasi yang telah masuk untuk korban kebakaran di Satui. Warga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan,” pungkas Indra.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengajak masyarakat untuk turut serta membantu para korban musibah kebakaran di Satui. Guna meringankan beban korban kebakaran yang menghanguskan 17 buah rumah ini.

“Apalagi, masih segar dalam ingatan kita, sebulan lalu telah terjadi kebakaran di Kabupaten Kotabaru yang menghanguskan 150 buah rumah. Maka dari itu, mari kita juga membantu penyintas kebakaran di Satui,” ucap Zainal. (act kalsel)

Reporter : act kalsel
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

ACT KALSEL

Pelipur Lara untuk Hairunisa di Momen Hari Guru Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Forum Sahabat Guru Indonesia (FSGI) Kalsel melakukan aksi galang dana untuk sesama guru honorer yang tertimpa musibah kebakaran yaitu Hairunisa (28) Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2020, seharusnya menjadi momen penting bagi bangsa ini untuk memuliakan para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik generasi masa depan. Bahkan dengan penghasilan yang tak seberapa.

Dengan semangat solidaritas yang tinggi, guru-guru honorer yang tergabung dalam Forum Sahabat Guru Indonesia (FSGI) Kalsel melakukan aksi galang dana untuk sesama guru honorer yang tertimpa musibah kebakaran yaitu Hairunisa (28 tahun). Hairunisa yang merupakan guru honorer di SD Murung Raya 1 Banjarmasin itu menjadi salah satu korban kebakaran besar di Pulau Bromo tepat sebulan yang lalu. Rumahnya habis terbakar.

Hasil galang dana “Dari Guru untuk Guru” itu diserahkan oleh Sarlinda dan Jahrah pada Rabu (25/11/2020) pagi tadi, bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN). “Kami ingin saling menguatkan dengan aksi sosial ini, semoga bermanfaat dan menjadi ajang silaturahmi sesama guru honorer,” ucap Jahrah.

Hairunisa terharu dengan kehadiran kedua guru honorer tersebut. Dirinya mengaku senang dan beriterimakasih atas kunjungan sesama rekannya yang memberikan bantuan unntuknya. “Ini sangat berarti bagi kami karena sampai saat ini belum selesai membangun kembali rumah,” ujar Hairunisa.



Sebulan pasca kebakaran, Hairunisa dan kedua orangtuanya harus hidup menumpang di rumah tetangganya. Ia bersyukur memiliki tetangga yang baik hati sehingga sampai sekarang masih dibolehkan menumpang. Senasib dengan Sarlinda, Hairunisa harus menyeberang Sungai Martapura setiap hari untuk mengajar.

Sarlinda dan Jahrah berharap aksi-aksi seperti ini bisa terus mereka lakukan. Meski kecil, mereka yakin hal tersebut bisa saling menguatkan. “Kami berharap guru-guru honorer makin solid untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama,” tutup Sarlinda.

Sahabat Guru Indonesia (SGI) sendiri, merupakan program dari Global Zakat – Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bertujuan memberikan bantuan kepada guru-guru yang kurang beruntung. Di Kalimantan Selatan sendiri, ada puluhan guru penerima manfaat SGI yang sebagian besar merupakan gruu honorer.

“Semoga bantuan dari Program SGI ini benar-benar bermanfaat untuk para guru. Apalagi, di momentum Hari Guru Nasional, sudah seharusnya pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan apresiasi. Maka dari itu Global Zakat – ACT pun hadir untuk membersamai mereka,” kata Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan, Zainal Arifin.(Kanalkalimantan.com/act)

 

Reporter : Act
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->