Connect with us

HEADLINE

Aksi Akbar #Save Meratus Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim Global

Diterbitkan

pada

Pegunungan Meratus memiliki peran penting dalam menjaga bumi dari perubahan iklim Foto: net

BARABAI, Kalimantan Selatan yang masih memiliki Pegunungan Meratus bisa menjadi salah satu potensi menyelamatkan dunia dari perubahan iklim global. Guna mengingatkan peran penting Pegunungan Meratus dalam menghadapi krisis iklim, sejumlah aktivis dan masyarakat dari berbagai elemen menggelar ‘Aksi Akbar #SaveMeratus’ pada Senin (23/9).

Aksi yang digelar di Lapangan Dwi Warna, Barabai, diisi orasi, aksi teatrikal, dan pernyataan sikap. Menurut Penanggungjawab Aksi, Kisworo Dwi Cahyono, selain mengingatkan peran Pegunungan Meratus dalam perubahan iklim global. ‘Aksi Akbar #SaveMeratus’ juga digelar bersamaan dengan pertemuan Climate Action Summit di New York, Amerika Serikat yang diikuti oleh perwakilan negara di seluruh dunia, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi ketua delegasi Indonesia (dimulai 23, September 2019). Sebagai respon terhadap pertemuan tersebut, aksi Global Climate Strike yang dimotori anak muda  juga dilakukan di seluruh dunia.

“Aksi ini dilakukan sebagai respon terhadap Climate Action Summit agar setiap pemimpin negara segera melakukan aksi nyata mengatasi krisis iklim. Kegiatan ini diikuti lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia, termasuk kita di Kalsel. Kalsel menjadi strategis dalam isu perubahan iklim global karena kita memiliki Pegunungan Meratus yang kontribusinya sudah sangat jelas. Kalsel misalnya tak bisa menepiskan peran Meratus. Air dan udara yang bersih yang bersumber dari Pegunungan Meratus dinikmati warga Kalsel dan daerah lain,” ucap Kisworo yang juga Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel.

Sayangnya, ujar Kisworo, banyak pihak di Kalsel tak memahami peran penting Pegunungan Meratus. Hingga kini misalnya, di delapan kabupaten di Kalsel yang dilewati Pegunungan Meratus kondisinya sebagian besar telah rusak parah akibat masifnya pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

Misalnya, dari 3, 7 juta hektare wilayah Kalsel, sebanyak 50 persen telah dibebani perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara. “Karena itu lebih dari dua tahun ini, aktivis di Kalsel menyuarakan #SaveMeratus. Penyelamatan Meratus, terutama yang masih tersisa di Hulu Sungai Tengah, Kalsel, wajib dilakukan. Pemerintah di Jakarta dan di Kalsel wajib mengambil langkah nyata dalam penyelamatan Meratus. Rusaknya hutan Meratus menyebabkan matinya kehidupan dan krisis iklim,” kata Kisworo.

Sementara itu, menurut Koordinator Lapangan Aksi dari Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), Rumli, aksi yang digelar kali ini juga menjadi rangkaian gerakan #SaveMeratus yang bermula dari perlawanan masyarakat terhadap izin pertambangan batu bara yang dikeluarkan Kementerian ESDM di kawasan Tabalong, Balangan, dan HST.

“Di HST sejak lama seluruh elemen masyarakat solid memertahankan Meratus di HST. Perlawanan ini jelas. Seluruh masyarakat menentang izin pertambangan batu bara di kawasan Pegunungan Meratus yang dikeluarkan Jakarta. Kalau memang benar-benar ingin memertahankan Meratus dan menjadikannya sebagai penyelamat perubahan iklim global, cabut izin pertambangan di Pegunungan Meratus,” katanya.

Selain itu, Ketua PW Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel, Yulius Tanang menuturkan, masyarakat adat Dayak Meratus memiliki hubungan sangat erat dengan Pegunungan Meratus. Selain merupakan sumber kehidupan, Meratus juga menjadi sumber kebudayaan dan bagian tak terpisahkan dari kepercayaan masyarakat Dayak Meratus.

Selain memiliki peran strategis bagi masyarakat Dayak Meratus, kelestarian Pegunungan Meratus juga berdampak langsung pada kawasan pertanian, wilayah desa dan kota yang ada di kaki Meratus. Karena air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat berasal dari Pegunungan Meratus.

“AMAN Kalsel mendukung gerakan yang digelar hari ini. Kami berharap pemerintah memertahankan Meratus melalui pengakuan masyarakat hukum adat dan wilayah adat melalui Perda. Dengan pengakuan itu, kami bisa maksimal menjaga Pegunungan Meratus, sehingga mampu membantu menghadapi perubahan iklim global,” katanya. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->