Connect with us

Pilgub Kalsel

Ada 387.661 Pemilih, Denny-Diffri Amankan Basis Suara di Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Cagub Kalsel Denny Indrayana saat bertemu pedagang di pasar tradisional. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMNATAN.COM, MARTAPURA – Dengan jumlah pemilih cukup besar, Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang diincar oleh calon gubernur Kalsel pada tarung Pilkada 9 Desember 2020. Memenangkan suara di daerah berjuluk Serambi Mekah ini, menjadi salah satu kunci meraih kemenangan di Pilgub mendatang.

Sehubungan hal tersebut, paslon gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana-Difriadi, terus melakukan konsolidasi bersama tim partai pengusung dan relawan untuk mengamankan basis massa pendukung.

Di masa kampanye ini, intensitas untuk kian memperkokoh basis massa pendukung terus dilakukan dengan menggelar pertemuan maupun kunjungan ke simpul massa.

Salah satu yang intens digarap oleh paslon Denny-Difri adalah masyarakat tradisional, perempuan, tokoh, hingga pemilih pemula.



Untuk masyarakat tradisional, Haji Denny– demikian Denny Indrayana disapa, aktif menyapa masyarakat di berbagai pasar tradisional di kabupaten Banjar. Seperti yang dilakukan Rabu (14/10/2020), mantan Wamenkum HAM ini menyapa masyarakat di Pasar Arba Pemangkih Kecamatan Tata Makmur, Pasar Kindai Limpuar Gambut, dan Pasar Komp Citra Permata Biru di Jl Pendidikan, Martapura.

Sehari sebelumnya, tim H2D juga menyasar Pasar Cindai Alus dan Pasar Batuah.

“Alhamdulillah, kita semakin mantab dengan besarnya dukungan masyarakat yang menghendaki perubahan Kalsel menjadi lebih maju,” kata Haji Denny.

Ia mengatakan, saat ini masyarakat Banjar semakin antusias menyambut hijrah gasan Banua. “Ini sudah menjadi perjuangan dan gerakan masyarakat, dengan banyaknya sentral-sentral relawan di berbagai lokasi,” ungkap pegiat anti korupsi dan mantan kuasa hukum Capres Prabowo-Sandi Pilpres 2019 ini.

Di setiap kesempatan tatap muka, aspirasi warga Banjar untuk mendapatkan pemimpin baru yang lebih amanah terus disampaikan.

“Kita ingin adanya perubahanlah di Kabupaten Banjar ini dengan hadirnya pemimpin yang hadir dalam tiap kebijakannya untuk rakyat. Semoga Haji Denny, ke depan bisa mewujudkan harapan ini,” kata Khairul, salah seorang pedagang di Pasar Gambut.

Dari data KPU Banjar, kabupaten yang menjadi pusat santri ini memiliki jumlah pemilih signifikan. Rapat Pleno terbuka terkait rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Senin (12/10/2020) lalu, menetapkan dari hasil perbaikan DPSHP dari 20 kecamatan, jumlah pemilih bertambah menjadi 389.993 pemilih.

Terdiri dari pemilih laki laki 190.504 orang dan pemilih perempuan 194.089 orang. Total pemilih 389.993 dari DPSHP.

Sehingga dengan demikian ada penambahan 2.332 pemilih dari DPS lalu.
Penambahan terjadi karena adanya pemilih pemula atau pemilih yang baru masuk dalam daftar pilih di Kabupaten Banjar. (Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pilgub Kalsel

VIRAL. Rekaman Petinggi KPU Banjar Sebut PPK Terima Uang Dibuka di Sidang MK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Percakapan yang diduga antara Rofiqi dengan Karim beredar di medsos Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Dugaan kecurangan yang melibatkan aparat penyelenggara pemilu dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), disampaikan dalam sidang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

Menyusul beredarnya rekaman percakapan diduga petinggi KPU Banjar yang menyebutkan bahwa adanya Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang menerima uang dari seseorang yang disebut sebagai operator.

Rekaman pembicaraan tersebut diduga suara antara Abdul Karim -komisioner KPU Banjar dengan pria yang diduga M Rofiqi, Ketua DPRD Banjar.

Kini rekaman pembicaraan tersebut beredar luas di masyarakat melalui media sosial, seperti Facebook dan jaringan perpesanan WhatsApp.



Dalam percakapan tersebut, diduga suara Rofiqi menanyakan cerita seseorang jaringan di KPU Banjar yang membagi-bagikan sejumlah uang kepada sejumlah PPK. Tujuannya untuk memenangkan salah satu pasangan calon kepala daerah. Karim membenarkan dan menyebut seluruh PPK menerimanya karena dianggap sebagai bagian pekerjaan.

“Benar seperti kata ente Bib, yang operatornya itu memang (dari kecamatan) Astambul itu operatornya yang membagikan 10 juta itu kepada PPK,” kata pria yang diduga Rofiqi itu dalam bahasa Banjar.

“Bah, ana ini shahih hadist. Tenang saja ente,” sahut pria yang diduga Karim seolah menyakinkan informasi soal pembagian uang 10 juta kepada masing-masing PPK tersebut benar-benar terjadi.

Transkrip percakapan yang diduga Karim juga mengakui sebagian besar mau menerima meski ada pihak yang menolak. “Karena ada duit yang pegang saja dulu,” tambah pria yang dipanggil Bib itu lagi dalam rekaman tersebut.

Dalam rekaman tersebut juga disebutkan bahwa langkah Denny Indrayana yang melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai hal yang keliru.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait percakapan tersebut Rofiqi enggan berkomentar lebih jauh. Namun ia balik heran, dari mana tim H2D dapat rekaman tersebut.

Percakapan diduga antara Karim dan Rofiqi ini sebenarnya sudah ditanyakan Denny Indrayana saat persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Namun, banyak penjelasan Karim Omar yang berbeda dengan isi rekaman tersebut. Denny Indrayana kemudian meminta izin kepada majelis hakim MK untuk menyerahkan transkrip dan rekaman tersebut sebagai bukti tambahan dalam sengketa Pilkada Kalsel.

Ketua Tim Hukum Pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat, Jurkani SH mengatakan, pemberian dana sebesar Rp10 juta kepada masing-masing PPK tersebut diduga berkaitan dengan penggelembungan suara.

“Operator ini diduga bagian dari penyelenggara, duitnya sebagai pelicin untuk memanipulasi perolehan suara di enam kecamatan di Kabupaten Banjar,” sebut Jurkani. (kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilgub Kalsel

Sidang MK Gugatan Pilgub Kalsel Digelar 26 Januari

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

MK akan menggelar sidang gugatan Pilgub Kalsel pada 26 Januari mendatang Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menentukan jadwal sidang gugatan sengketa Pilkada 2020. Terdapat 132 gugatan Pilkada yang telah diregistrasi dan masuk dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK). Salah satunya, gugatan Pilgub Kalsel yang akan mulai digelar pada 26 Januari nanti.

Dikutip dari laman MK, pada 26 Januari terdapat 35 gugatan Pilkada yang akan dibacakan mulai sengketa Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel), Pilgub Sumatera Barat, hingga Pilwalkot Surabaya.

Sementara pada 27 Januari, terdapat 35 gugatan yang akan dibacakan mulai dari sengketa Pilwalkot Medan hingga Pilgub Kalimantan Tengah. Adapun sidang pendahuluan hari ketiga atau 28 Januari terdapat 34 gugatan yang akan dibacakan. Mulai dari Pilwalkot Palu hingga Pilbup Lampung Selatan.

Sidang pendahuluan yang terakhir digelar pada 29 Januari dengan 28 gugatan yang akan dibacakan. Gugatan yang akan dibacakan mulai dari sengketa hasil Pilwalkot Tangsel hingga Pilbup Mamuju.



Setelah gugatan dibacakan, sidang berlanjut ke pemeriksaan persidangan. Adapun putusan hasil gugatan Pilkada digelar pada 19-24 Maret.

Sebelumnya, langkah paslon nomor 2 Denny Indrayana-Difriadi juga telah mengajukan perbaikan permohonan perselisihan hasil Pilgub Kalsel. Sejumlah bukti baru diajukan untuk memperkuat dugaan pelanggaran yang disampaikan sebelumnya.

“Perbaikan permohonan ini penting dilakukan mengingat selama masa perbaikan, kami masih terus menerima fakta-fakta dan bukti-bukti dari masyarakat Kalsel tentang pelanggaran serta kecurangan dalam masa pra kampanye, selama masa kampanye, pada saat pemungutan suara hingga rekapitulasi suara,” kata Kuasa Hukum Haji Denny, Febridiansyah.

Perbaikan yang dilakukan, menjadikan penambahan jumlah halaman permohonan dari awalnya 49 halaman menjadi 127 halaman. Bertambah sebanyak 78 halaman atau lebih dari 2,5 kali lipat. “Sedangkan untuk alat bukti, bertambah dari 177 alat bukti menjadi 223 alat bukti, atau bertambah 46 item,” kata mantan Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Adapun dari hasil perbaikan permohonan yang kami ajukan, maka dalil-dalil permohonan secara utuh dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada bagian awal permohonan, sebelumnya disampaikan argumentasi tentang penghitungan yang Jurdil di Pilgub Kalsel Tahun 2020. Pelanggaran Pemilu yang TSM, dengan penyalahgunaan kewenangan, program dan kegiatan, yang berdasarkan UU Pilkada sanksinya pembatalan paslon 1. (Kanalkalimantan.com/kk)

 

Reporter : Kk
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->