NASIONAL
Kisruh UU Ciptaker, Najwa Shihab Pertanyakan Keberpihakan DPR
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Penolakan UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) terjadi di mana-mana. Tidak hanya melalui gerakan unjuk rasa dilapangan, postingan kekecewaan masyarakat terhadap keputusan anggota DPR yang dianggap tidak mewakili kepentingan masyarakat juga memenuhi linimasa media sosial.
Tokoh pers Najwa Shihab, tidak ketinggalan menyentil keputusan anggota DPR dalam video yang dirilisnya melalui Narasi. “Saya perhatikan parlemen parlemen di negara lain fokus melawan Korona, tapi rasanya isu isu di senayan belakangan kok malah bersemangat membahas tentang isu lain, ” katanya.
“Contohnya rancangan cipta kerja yang banyak ditolak karena dianggap mementingkan kepentingan investor di atas kebutuhan pekerja, ” tegas Najwa.
Sebelumnya Najwa Shihab sempat ramai diperbincangkan karena sempat dilaporkan saat wawancarai kursi kosong yang dianggap sebagai menteri Kesehatan.
“Gara gara pandemi yang jatuh cinta saja rela menunda nikah loh? Ini kok DPR buru buru banget kaya kejar setoran, ” ungkapnya kritis dalam video tersebut.
Hingga berita ini ditulis penolakan terkait RUU Omnibus Law yang memang sejak lama ditolak menjadi polemik baru di tengah masyarakat yang tengah terdampak pandemi.
Kebijakan pemerintah selama PSBB saja sudah mengakibatkan PHK dan pengangguran dimana-mana, sehingga ditambah dengan adanya Isu Omnibus Law ini masyarakat semakin gencar menyatakan Mosi Tidak percaya.(Kanalkalimantan.com/cel)
Editor: Cell
-
kampus3 hari yang laluPJTD LPM Warta JITU 2026 Mendidik Calon Jurnalis Muda
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluTim Ahli Gubernur Kaltim Diminta Benahi Kebijakan Rudy Mas’ud
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
HEADLINE3 hari yang laluPertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil
-
Infografis Kanalkalimantan1 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung






