Dispersip Kalsel
Sambut Tahun Baru Islam, akan Digelar Bedah Buku Masjid-masjid Bersejarah di Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (Dispersip) Kalimantan Selatan terus menggalakkan gairah literasi. Dispersip Kalsel akan mengadakan peluncuran sekaligus diskusi virtual buku “Masjid-masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan” karya Aliansyah Jumbawuya dan Ahmad Barjie pada Kamis (27/8/2020) mendatang, sekaligus memeriahkan Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah.
“Sudah menjadi komitmen Dispersip Kalsel untuk mengangkat khazanah budaya lokal. Kalau tahun-tahun sebelumnya pihaknya menerbitkan buku Aneka Kuliner Khas Kalimantan Selatan dan Mozaik Sejarah Banjar, kali ini tentang masjid-masjid tua yang memiliki nilai historis panjang,” kata Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie, Minggu (16/8/2020) siang.
Menurut Bunda Nunung -sapaannya- keberadaan masjid-masjid tua penting untuk dipelihara dan dipertahankan eksistensinya. “Karena dari situ kita akan bisa belajar bagaimana penyiaran agama Islam di tanah Banjar pada masa-masa awalnya,” imbuhnya.
Mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini berharap, dengan peluncuran dan diskusi buku ini, khalayak luas khususnya generasi muda Kalsel bagaimana kegigihan masyarakat masa lalu dalam mengupayakan berdirinya sebuah masjid. Kendati di tengah serba keterbatasan dana dan peralatan teknologi pada masanya.
“Termasuk berbagai cerita kekeramatan yang menyertai proses awal pembangunan maupun setelah berdirinya masjid, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca,” ujarnya.
Buku karya Aliansyah Jumbawuya dan Ahmad Barjie ini akan diulas Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel HM Fadhly Mansoer MM, dengan moderator Randu Alamsyah. Peserta dapat berpartisipasi aktif lewat aplikasi zoom lewat registrasi link yang disediakan panitia. (kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : bie
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





