Kota Banjarbaru
Jelang Operasional Bandara Baru, Pemko Banjarbaru Godok Payung Hukum Aerocity
BANJARBARU, Guna menunjang kawasan di sekitaran Bandara Syamsudin Noor, Pemko Banjarbaru telah mencanangkan pengembangan kota baru berbasis bandara atau aerocity. Luasan lahan yang disediakan pun cukup luas, sekitar 5.600 hektarE.
Ditemui usai Pertemuan Tingkat Tinggi Walikota untuk Kota Inklusi ke 8 APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) di Best Western Hotel Banjarmasin, Kamis (3/10) lalu, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan menjelaskan, lahan seluas 5.600 hektarE ini nantinya akan diatur master plan-nya oleh Pemko Banjarbaru. Saat ini payung hukum berupa peraturan daerah (perda) sedang digodok.
“Nanti kita atur masterplan-nya dan mungkin akan ada perda yang mengaturnya. Bagaimana masyarakat berkontribusi dan beraktivitas di lahan itu. Gunanya agar memberikan peningkatan kesejahteraan yang signifikan kepada masyarakat,†kata Jaya kepada kanalkalimantan.com.
Menurut Jaya, konsep aerocity sudah memasuki tahap akhir. Karena, penggodokan kota berbasis bandara ini melibatkan berbagai pihak. “Dari Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, ada beberapa kementerian termasuk Bappenas, bersama-sama menyusun masterplan kota berbasis bandara, kota baru di Indonesia khusus bandara yang bernama aerocity,†ucap orang nomor dua di Balaikota Banjarbaru ini.
Lalu, apa dampak yang dirasakan Kota Banjarbaru jika konsep aerocity telah rampung? “Dampak tentu dirasakan, perekonomian Kota Banjarbaru akan meningkat lagi. Karena di situ, misalnya ada kawasan khusus untuk bisnis, permukiman, penunjang kawasan bandara, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), perhotelan dan lain-lain,†jelas Jaya.
Dirinya menambahkan, pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarbaru tumbuh sekitar tujuh persen. Dengan kehadiran aerocity, diharapkan akan lebih meningkatkan perekonomian Kota Banjarbaru.
Ditanya apakah pembebasan lahan telah clear and clean, Jaya menyebut lahan tersebut bukan dibebaskan, namun merupakan masterplan dari pemerintah yang mengatur lahan seluas itu untuk dipergunakan. “Agar kemanfaatannya optimal, dan memang tujua utamanya peningkatan ekonomi,†katanya.
Diprediksi, aerocity di Bandara Syamsudin Noor merupakan yang pertama di Kalimantan. “Karena di RPJM pemerintah pusat, membentuk kota baru di Indonesia tetapi beda-beda karakteristiknya. Kalau di Padang juga ada tetapi kota yang tahan gempa. Kalau di Banjarbaru ini, kota berbasis bandara,†papar Jaya.
Kapan konsep aerocity ini rampung? “Kami berharap mudah-mudahan (tahun) 2020 pemko sudah menghasilkan Perda. Karena master plan-nya selesai dulu, baru kita mengusulkan kepada DPRD (Kota Banjarbaru) agar master plan itu diamankan dengan perda. Makanya ketika masyarakat beraktivitas di situ mengikuti master plan yang sudah ada,†tutup Jaya. (fikri)
Editor : Chell
-
HEADLINE3 hari yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang lalu53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
Pemprov Kalsel3 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluIni Daftar Nama 106 Pejabat Pemkab Kapuas yang Baru Dilantik
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Melantik 106 Pejabat, Tiga Jabatan Kepala Dinas Terisi





