Kota Banjarbaru
Buntut Blokade Batu, Polisi Lakukan Mediasi Sengketa Lahan Masjid di Jalan Kuranji
BANJARBARU, Untuk menghindari konflik yang terjadi di masyarakat, Polres Banjarbaru melakukan mediasi terkait permasalahan antar dua tokoh di Jalan Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru. Keduanya ialah H Husni pengurus Ponpes Sulaimaniyah Al-Husna dan Guru Juhran sebagai pengurus Ponpes Usluhuddin yang saling mengklami kepemilikan lahan di Jalan Kuranji, Kota Banjarbaru.
Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kanit Krimum Polres Banjarbaru, Iptu Syahruji mengatakan permasalahan ini cukup pelik hingga menimbulkan ke khawatiran masyarakat sekitar. “Ya kita menerima laporan ini. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka kita lakukan mediasi dari kedua belah pihak,” ujarnya, Senin (17/6).
Permasalahan bermula saat sejumlah truk menurukan batu-batu besar dan menutupi jalan untuk menuju Mesjid Jami Al – Husna dan Pondok Pesantren (Ponpes) Sulaimaniyah Al- Husna pada 19 Mei lalu. Penumpukan batu besar ini sudah mengganggu masyarakat untuk beribadah, sehingga pihak Pondok Pesantren melaporkan hal ini ke pihak RT dan RW setempat, hingga berujung ke Polres Banjarbaru. Lantas, dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian diketahui rupanya Guru Juhran lah yanh mengirimkan batu-batu itu.
Dalam klarifikasinya, Guru Juhran mengklaim bahwa lahan untuk jalan dan mesjid itu adalah miliknya. Namun, hal itu dibantah H Husni mengatakan bahwa ia telah membelinya dari Guru Juhran sebesar Rp 150 juta pada tahun 2012 yang lalu namun tanpa kuitansi, sebab saling percaya.
Mediasi pun berlangsung alot. Kedua belah pihak pun bersikeras dengan alasan dan bukti kepemilikan atas lahan itu. Seperti H Husni, mengklaim telah membeli lahan itu dari Guru Juhran. Sedangkan, Guru Juhran langsung membantahnya, karena tak perlu menjual lahan yang dimaksud. Para pihak terkait seperti ketua RT yang lama dan baru juga dihadirkan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Kendati demikian, kedua belah pihak belum mendapat kesepakatan bersama termasuk tawaran 3 opsi damai dari H Husni yang masih ditampung pihak Ponpes Ussuluddin. 3 Opsi damai yang ditawarkan yakni pihak H Husni bersedia membayar tambahan harga tanah, tukar guling lahan yang sudah ditembok oleh pihak Ponpes Ussuluddin untuk mengganti biaya bangunan masjid Al Husna.
“Ini masalah rumah ibadah, kami berikan 3 opsi agar amaliyah kita bisa bermanfaat,†ujar Husni, pihak Yayasan Sumailaniyah Husna. (Rico)
Editor:Chell
-
HEADLINE1 hari yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE1 hari yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 243 Orang
-
HEADLINE1 hari yang laluEnam Meninggal Dunia, 103 Orang Dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8
-
Olahraga2 hari yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPemkab HSU Target Pertahankan Predikat Terbaik Akreditasi Perpustakaan 2026
-
Budaya2 hari yang laluPameran Tunggal “Intan Banua” di Taman Budaya Kalsel


