Kabupaten Banjar
Dorong Peran Publik, Kecamatan Gambut Bikin Program ‘Mahimungi’
MARTAPURA, Pihak Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, punya cara tersendiri untuk memajukan wilayahnya. Salah satunya melalui program inovasi baru bernama ‘Mahimungi Mambangun Partisipasi.’
“Salah satu cara mendorong partisipasi publik adalah memberikan penghargaan atau merchandise kepada warganya yang memberi masukan atau saran terkait pelayanan publik melalui Mahimungi Mambangun Partisipas ini, ” jelas Sekretaris Kecamatan Gambut, H Sirajuddin Ali.
Ali mengatakan, Mahimungi Membangun Partisipasi yang dikembangkan pihaknya telah diverifikasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan layak untuk diterapkan. “Hadiah sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi memberikan pendapat lewat kuisioner. Hadiahnya diundi setiap tiga bulan dan dianalisa oleh petugas,†terangnya.
Pendapat responden yang dihimpun lalu dinilai kesesuaian persyaratan, prosedur, ketepatan waktu, kewajaran, hasil, kemampuan petugas, kesopanan, keramahan, perjanjian pelayanan dan tindak lanjut pengaduan. Dari unsur-unsur tersebut, mana bagian nilai terendah akan dibahas dan setiap saat dilaksanaakan evaluasi dan perbaikan. Tujuan akhir adalah memberikan pelayanan yang cepat, tepat akurat, sopan, simpatik dan profesional.
“Salah satu hasil evaluasi perbaikan pelayanan di Kecamatan Gambut yakni pelayanan dilaksanakan tanpa jeda waktu, dan saat waktu istirahat tetap ada satu petugas memberikan pelayanan,†pungkasnya.(rendy)
Editor:Cell
-
HEADLINE3 hari yang laluProyek Strategis Kalsel: Jembatan Pulau Laut, Jalan Lintas Tengah, KEK Mekar Putih
-
HEADLINE3 hari yang laluPembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Disiapkan Rp150 Miliar
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluSatgas PKH Sita Tambang Batu Bara Milik Samin Tan di Kalteng
-
HEADLINE2 hari yang laluUji Coba Mikrotrans Listrik Banjarmasin, Menuju Transportasi Umum Ramah Lingkungan
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





