Pendidikan
Sebanyak 613.860 Siswa Sudah bisa Mendaftar SNMPTN
BANJARMASIN, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan hasil pemeringkatan dan eligibel siswa yang mendaftar SNMPTN di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Pemeringkatan siswa dilakukan oleh sistem LTMPT berdasarkan nilai mata pelajaran diantaranya jurusan IPA meliputi mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. Sedangkan jurusan IPS meliput Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi. Dan jurusan bahasa meliput Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing.
Sedangkan untuk SMK pemeringkatan siswa berdasarkan hasil nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan).
Dilansir tribunnews.com, eligibilitas ditentukan dengan melihat ketentuan kuota berdasarkan akreditasi sekolah seperti yang tercantum di laman www.snmptn.ac.id.
Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM Banjarmasin, Dr H Aminuddin Prahatama Putra mengatakan saat ini sebanyak 613.860 siswa atau 14.744 sekolah yang eligibel bisa mendaftar di SNMPTN 2019. “Jadi, siswa atau pendaftar yang memenuhi kriteria pemeringkatan oleh LTMPT tersebut, bisa menggunakan NISN dan password login ke laman SNMPTN 2019 http://web.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran,” jelas Aminuddin.
Aminudin mengatakan pendaftaran tersebut sudah dibuka sejak 4 Februari kemarin hingga 14 Februari mendatang.
Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan skema seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2019. Sama dengan tahun sebelumnya, jalur seleksi dibagi menjadi tiga yaitu Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan Ujian Mandiri.
Namun, khusus jalur SBMPTN terdapat beberapa perubahan signifikan di tahun 2019. Pertama, peserta SBMPTN diperkenankan mengikuti tes ulang jika hasil tes dirasa belum memuaskan. “Kalau misalkan mereka ujian, gagal pada hari itu, dia bisa melakukan tes lagi, mencoba lagi dua kali. Maksimal dua kali,†kata Menristekdikti Mohammad Nasir.
Kedua, SBMPTN 2019 mewajibkan calon mahasiswa untuk mengikuti tes terlebih dahulu baru kemudian memilih kampus serta program studinya. “Jadi bukan mahasiswa nanti datang ke kampus, daftar, dan kemudian tes SBMPTN,†katanya.
Kemudian yang ketiga, SBMPTN 2019 hanya dilakukan dengan satu jenis tes, yaitu Uji Tulis Berbasis Komputer (UTBK). “Terkait SBMPTN itu hanya ada satu jenis tes yaitu UTBK dan tidak ada ujian tulis berbasis cetak,†jelas Nasir. (trb/kum)
Editor : Cell
-
HEADLINE2 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluGubernur Muhidin Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Kawasan GOR Pangeran Suryanata
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluLomba Balogo dan Badaku di Lapangan Pahlawan Amuntai
-
HEADLINE1 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSaidi Mansyur Lepas Keberangkatan 360 Calon Haji Asal Kabupaten Banjar






