Olahraga
Kalah Postur, Tim Basket Kalsel Tetap Optimis Menang!
BANJARMASIN, Kejurnas Bola Basket Putra kelompok umur 18 tahun, resmi dibuka di GOR Suria Arena, Jalan Aes Nasution, Banjarmasin, Selasa (22/1) malam. Kejuaran yang diikuti oleh 5 tim dari berbagai daerah ini berlangsung dari tanggal 22- 29 Januari.
Hadir pada pembukaan Ketua Umum PERBASI Pusat Danny kosasih, Ketua Umum PERBASI Kalsel Ratana Arya Krishnan, Assisten I Pemprov Kalsel Siswansyah yang baru saja menjabat sebagai Plt Kadispora, dan perwakilan dari KONI Muslih.
Di bawah komando Zetro Marpaung, pelatih kepala Kalsel, 15 pemain perwakilan Kalsel dari berbagai daerah yang sudah diseleksi ini menyatakan sudah sangat matang dalam sisi persiapan tanding. Walaupun diakui tim Kalsel kalah dalam hal postur badan. “Ya kita lihat tim-tim kita memang kalah dari ukuran badan. Tapi kami sudah siap,” ujarnya.

Tim-tim yang bertanding merupakan kiblat basket Indonesia. Semuanya merupakan tim-tim kuat yang harus diwaspadai dan tidak bisa dianggap remeh. Berlaga di kandang sendiri, Zetro berharap para pemain yang rata-rata kelahiran 2000-an tidak kalah dalam segi mentalitas.
Selama masa pendaftaran yang dibuka oleh PP. PERBASI Indonesia hingga 15 Desember lalu, tercatat hanya lima tim yang mendaftar. Selain Kalsel sebagai tuan rumah, tim yang ikut memeriahkan pertandingan berasal dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.
Ketua Umum PERBASI Kalsel, Ratana Arya Krishnan, menjelaskan bahwa sistem pertandingan ini nantinya setiap tim akan saling bertemu dan bertanding. “Semua akan ketemu, tapi tetap akan dipakai sistem grand final. Diambil dua terbaik,” terangnya.

Dengan diadakannya kompetisi KU-18 ini, diharapkan PERBASI bisa melihat peta-peta kekuatan pemain daerah yang akan dibawa ke PON Papua 2020 atau PON Aceh 2024 mendatang. “Jenjang kepelatihan dan pembinaan sebenarnya mulai dari KU-12, tapi yang U-18 disinyalir nantinya akan turun di PON Papua atau Aceh. Di situ nanti akan jadi evaluasi kita,” jelas Ratana.
Setelah pembukaan, pertandingan antara Kalsel dan Jatim pun berlangsung. Menyaksikan pertandingan yang berlangsung sengit, Ratana harus mengakui bahwa Kalsel masih kalah baik secara kecepatan, skill individu, dan postur. “Dari teknik, kita sama. Dari dulu pemain Kalsel memang dikenal mini. Namun secara alur bola, saya bisa nilai Kalsel jauh lebih baik dari Jatim” ungkapnya.
Namun, performa keseluruhan tim masih belum bisa dinilai hanya dari satu pertandingan. Apalagi nanti semua tim akan bertemu satu sama lain. Faktor gugup akibat pertandingan hari pertama juga harus masuk perhitungan.
Pemain-pemain yang terkumpul dalam tim Kalsel adalah hasil seleksi yang telah diadakan sejak tiga bulan lalu dengan mengundang seluruh kandidat dari tiap-tiap daerah di Kalsel. “Dari semua itu kita pilih 30, lalu diseleksi jadi 20, kemudian 15 yang ikut bertanding,†ungkapnya. (mario)
Editor:Cell
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluAnjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Pembangunan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluSelawat Bergema di Alun-alun Ratu Zalecha, Al-Habib Ali Zainal Abidin Pimpin Banjar Berselawat
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Melepas Kontingen Banjarbaru ke Jamnas Pramuka XII 2026
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluAntisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kapuas Mantapkan Rencana Kontinjensi Karhutla 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPuluhan Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Keamanan Banjar Berselawat


