Kanal Pustaka
Tahukah Kamu, Tubuh Manusia Tersusun dari Senyawa Karbon?
Karbon terdapat dalam tubuh manusia, tanpa senyawa ini tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup. Keanekaragaman dan kemampuannya membentuk polimer membuat karbon sebagai unsur dasar kimiawi kehidupan. Kita mendapatkan senyawa karbon dari makanan.
Unsur yang biasa kita kenal sebagai Zat arang ini merupakan salah satu unsur non-logam yang mempunyai simbol “Câ€Â. Pada tabel periodik, karbon merupakan unsur golongan 14 dengan nomor atom 6.
Jika dilihat dari bentuk dan sifatnya yang beragam, karbon memiliki beberapa alotrop (perilaku yang diperlihatkan oleh beberapa unsur kimia) yaitu: berlian yang bersifat keras dan transparan; grafit (bahan dasar pensil) yang lunak dan bersifat konduktor dan yang terakhir, karbon amorf yang umumnya berwarna hitam. Semua bentuk alotropnya berbentuk padat pada kondisi normal.
Sedangkan sebagai senyawa, karbon dapat ditemukan di dalam batuan kapur, batu bara, tanah gambut, minyak bumi, dan karbon dioksida di udara.
Di alam semsesta, karbon adalah unsur paling banyak ke-4 (setelah hidrogen, helium dan oksigen). Dan merupakan elemen yang paling banyak ke-15 di kerak bumi sekaligus elemen kedua yang paling banyak dalam tubuh manusia.
Dalam bahasa Inggris “Karbon†adalah “CARBON†yang berasal dari bahasa latin, yaitu “Carbo†yang memilki arti batubara. Unsur sebenarnya sudah ditemukan sejak jaman prasejarah berbentuk batubara, dan digunakan sebagai pewarna lukisan di dinding gua.(cel/sumber: tahukahkamu.org)
Editor : Chell
-
HEADLINE2 hari yang laluPalu Pimpinan DPRD Banjarbaru Resmi Dipegang Muhammad Syahrial
-
Pendidikan1 hari yang laluTim Dosen Tekpend FKIP ULM Siapkan Guru Hadapi Era Kecerdasan Artifisial
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluSekda Kapuas Pimpin Rapat Persiapan Panen Raya Padi
-
DPRD KAPUAS2 hari yang laluWakil Ketua I DPRD Kapuas Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80
-
DPRD BANJARBARU2 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Syahrial Tegaskan Komitmen Kolaborasi Bersama Eksekutif
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluMenyamakan Persepsi Pengembangan Banjarbakula Waste to Resource Project


