Pendidikan
Wujud Kerjasama IDB, ULM Akan Kembangkan Sistem Pembelajaran Online
BANJARMASIN, Sejumlah gagasan dijalankan Prof Dr Sutarto Hadi pasca terpilih sebagai rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) beberapa waktu lalu. Salah satu yang saat ini sedang dipersiapakan yakni sistem pembelajaran online. Langkah ini dimaksudkan untuk mempersiapkan ULM dalam persiangan global pada revolusi industri 4.0.
Hal tersebut disampaikan Sutarto dalam dialog dengan jajaran civitas akademika, alumni, dan jurnalis di ruang senat ULM, Senin (15/10). Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis online. Terobosan tersebut dilakukan setelah adanya suntikan dana Islamic Development Bank (IDB) melalui program 7 in 1. Yakni tujuh perguruan tinggi bergabung menjadi satu.
“Di dalamnya adalah ULM yang menerapkan program IDB 7 in 1. Jadi mahasiswa tidak hanya dari ULM yang bisa mengakses, namun juga mahasiswa perguruan tinggi lain juga bisa memanfaatkan program ini,†jelasnya.
Salah satu yang tengah dipersiapkan untuk pembelajaran online yakni mata kuliah berkenaan dengan lingkungan lahan basah. “Nantinya yang ingin belajar tentang lingkungan lahan basah dapat belajar tanpa harus orangnya datang ke sini (ULM). Karena, sudah terkoneksi dengan sistem sistem online,†tambahnya.
Dia menargetkan sebanyak 70 persen dosen ULM memiliki konten e-learning baik berupa video, grafis maupun power point, sehingga ke depan perkuliahan di ULM tidak hanya berada dalam satu ruangan. “Untuk server sudah disediakan, tinggal meng-upload materi perkuliahan. Jadi, siapa saja bisa mengakses. Bagi dosen yang mengembangkan materi e-Learning, diberikan insentif,†katanya.
Perkuliahan e-Learning tidak hanya terfokus program studi Humaniora, namun juga menyentuh program studi sainstek. “Infrastruktur penunjang telah kami siapkan di gedung baru ULM. Di gedung itu telah ditanam cyber optic. Kemarin saya minta tambahan dana Rp 1 miliar dan disetujui untuk menambah cyber optic untuk memperkuat jaringan,†katanya.
Selain itu, ULM juga telah menerapkan blended learning yaitu perpaduan pembelajaran konvensional tatap muka dan pembelajaran online. Secara perlahan, nantinya sistem engajaran akan mempadukan 80 persen pembelajaran konvensional dan 20 persen pembelajaran daring. (mario)
-
HEADLINE2 hari yang lalu“Meracik Masa Depan Banua” dari Hilirisasi Perkebunan Kopi di Tanah Banjar
-
HEADLINE2 hari yang lalu22 Jembatan Merah Putih Presisi di Kalsel Rampung Dibangun
-
Bisnis12 jam yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Truk Tambang Senilai Rp1,7 Miliar
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluKalahkan Gasib Legend, Old Star Martapura Juara Bupati Banjar Cup U-40 2026
-
HEADLINE2 hari yang laluSalat Jumat Perdana di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJelang HUT Ke-81 RI, Gotong Royong Bersihkan Kawasan Stadion Panunjung Tarung





