Kabupaten Banjar
Disnakbun Banjar Sosialisasi Klinik Kesejahteraan Hewan
MARTAPURA, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar menyosialisasikan Klinik Kesejahteraan Hewan yang bisa dimanfaatkan untuk memeriksa kesehatan hewan peliharaan. Kepala Disnakbun Banjar, Dondit Bekti mengatakan, klinik kesejahteraan hewan siap melayani pemilik hewan yang ingin memeriksakan kesehatan hewannya.
“Penanganan kesehatan hewan bisa dilakukan pemiliknya dengan mendatangi klinik kesejahteraan hewan yang berada di lingkungan kantor Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 39 Kota Martapura,” ujarnya.
Klinik khusus hewan itu berada dibawah bidang Peternakan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perkebunan yang siap membantu masyarakat dalam memeriksa kesehatan hewan. Tujuan dibukanya klinik kesehatan hewan adalah membantu dalam penanganan dan pengobatan kesehatan masyarakat veteriner sesuai motto ‘Manusya Mriga Satwa Sewaka.’ “Arti motto itu menyejahterakan masyarakat melalui kesehatan hewan. Intinya, kesejahteraan kesehatan hewan berdampak pada kesejahteraan kesehatan manusia yang terus terjaga,” jelasnya dilansir Antaranews.com.
Kesehatan hewan yang selalu terjaga untuk melindungi manusia dari penyakit zoonosis atau penyakit pada hewan yang menular ke manusia dan berbahaya hingga bisa menimbulkan kematian.
“Sejumlah penyakit hewan bisa menular ke manusia seperti penyakit gigi dan mulut maupun penyakit cacing hati yang bila dikonsumsi terutama bagian hatinya berpotensi menular ke manusia,” ucapnya.
Selain kesrawan melalui klinik khusus hewan, juga dipromosikan tentang penyakit Avian Influenza (AI) yang pertama kali dilaporkan terjadi di Indonesia bulan Januari 2004 dan pernah terjadi di Banjar tahun 2019.
Menurut dia, penyakit AI atau penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan flu burung merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan virus influenza tipe A subtype H2N1. “Virusnya bersifat pathogen terhadap unggas namun apabila terjadi mutasi maka penyakit itu dapat menular ke manusia atau bersifat zoonosis sehingga sangat membahayakan,” ujarnya.
Ditambahkan Kabid Sumberdaya dan Penyuluhan Edie Roosnandi Noor, penyakit Flu Burung (Avian Influenza) bisa menyerang hampir semua jenis unggas yang dipelihara masyarakat di lingkungannya.
Disebutkan, unggas yang telah dibudidayakan (ayam pedaging dan petelur), juga ayam pembibitan, burung puyuh, itik dan kalkun sangat rentan terserang penyakit tersebut. “Selain itu, bisa juga menyerang berbagai jenis unggas umbaran, seperti burung liar, ayam kampung, entok, itik dan angsa sehingga kami mengimbau masyarakat waspada penyakit AI itu,” katanya.(rendy/ant)
Editor : Chell
-
HEADLINE2 hari yang laluTata Ulang Kawasan Simpang Empat Banjarbaru, Pedagang Bongkar Sendiri Bangunan
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Gusti Rizky Diganti
-
Kalimantan Selatan18 jam yang laluAliansi BEM Kalsel Kembali Berunjuk Rasa, Mahasiswa Kembali Dikecewakan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKafilah HSU Dilepas Menuju MTQ Ke-37 Kalsel di Batola
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluHMI se Kalsel Layangkan Delapan Tuntutan ke Wakil Rakyat
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluDPRD Banjarbaru Sahkan Dua Perda


