Connect with us

Infografis Kanalkalimantan

1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Sejarah dan Makna Peringatannya

Diterbitkan

pada

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila momentum untuk kembali mengenang sejarah serta menghargai perjuangan para pahlawan mempertahankan ideologi Pancasila. Grafis: rideka/kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM – Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk kembali mengenang sejarah serta menghargai perjuangan para pahlawan mempertahankan ideologi Pancasila.

Di Indonesia, hari ini identik dengan momen refleksi kebangsaan yang penuh nilai historis. Bukan sekadar angka di kalender, 1 Oktober menjadi titik temu antara sejarah kelam bangsa dan semangat untuk menjaga ideologi negara.

Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami kembali berbagai peristiwa sejarah yang membentuk perjalanan bangsa. Nilai perjuangan, persatuan, dan semangat menjaga keutuhan negara menjadi bagian penting yang dapat diwariskan kepada generasi muda.

Baca juga: Sepekan Cuaca Kalsel Cerah Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan Lokal 

Sejarah Kelam Bangsa Indonesia

Pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965, terjadi upaya kudeta yang menewaskan enam jenderal dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat. Para pahlawan revolusi tersebut adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

Setelah peristiwa berdarah itu, Pancasila dinyatakan tetap kokoh sebagai dasar negara yang tak tergoyahkan. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.

Sebelumnya, peringatan ini sudah digagas melalui Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat pada 17 September 1966.

Tujuannya jelas: mengingatkan seluruh bangsa bahwa ideologi Pancasila adalah kekuatan yang mampu menjaga persatuan dan kedaulatan negara dari segala ancaman.

Setiap tahun, upacara peringatan digelar di berbagai tempat, mulai dari sekolah, kantor pemerintahan, hingga Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta. Kegiatan ini biasanya diisi dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, dan doa bersama.

 

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026

Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Tema tersebut tercantum dalam surat edaran dan pedoman resmi penyelenggaraan upacara yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Tema tersebut menjadi acuan dalam pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, termasuk bagi instansi dan pihak yang menyelenggarakan kegiatan peringatan di masing-masing wilayah.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026 diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu bangsa tidak berhenti pada catatan sejarah. Nilai-nilai yang mereka perjuangkan perlu terus dijaga dan diterapkan untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan mengenang sejarah secara bijak, masyarakat dapat mengambil pelajaran dari masa lalu sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih bersatu, damai, dan berlandaskan Pancasila. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca