Connect with us

Infografis Kanalkalimantan

HANI 2026 “Menjaga Generasi Muda Tanggung Jawab Bersama”

Diterbitkan

pada

HANI 2026 “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”. Grafis: rideka/kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM – Setiap tanggal 26 Juni, dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Tahun 2026, tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” menegaskan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui peran keluarga, pendidikan, tenaga kesehatan, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Baca juga: Janal Afnan Addani Terbaik Pertama Tahfiz 30 Juz Putera MTQN ke-37 Kalsel

Melalui Gerakan Ananda Bersinar, seluruh elemen masyarakat diajak berkolaborasi dalam menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan mental, cerdas dalam mengambil keputusan, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba.

Mari jadikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional sebagai pengingat bahwa menjaga generasi muda dari bahaya narkoba adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan komitmen yang kuat, kita dapat mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Say No to Drugs. Bersama Wujudkan Generasi Bersinar, Sehat, dan Bebas Narkoba.

Sejarah HANI dan Kisah Lin Zexu

Tanggal 26 Juni dipilih sebagai HANI karena pada tanggal tersebut terjadi peristiwa pemberantasan perdagangan opium di Tiongkok. Pada awal abad ke-19, perdagangan opium atau candu yang dilakukan pedagang asing, terutama dari Inggris, berkembang pesat di Tiongkok dan menyebabkan ketergantungan oleh masyarakatnya.

Untuk menghentikan krisis tersebut, Kaisar Daoguang menunjuk Lin Zexu sebagai seorang yang bertanggungjawab untuk memberantas perdagangan opium. Lin Zexu kemudian mengepung gudang-gudang opium milik pedagang asing di Humen, Guangdong.

Baca juga: Dua Pelajar Kapuas Raih Juara di Ajang Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Kalteng 2026

Setelah pengepungan selama sekitar 40 hari, para pedagang menyerahkan persediaan candu mereka kepada pemerintah Qing. Puncak aksi tersebut terjadi pada 26 Juni 1839 dan Lin berhasil memusnahkan opium hasil sitaan.

Tercatat lebih dari satu juta kilogram opium dihancurkan dan dibuang ke laut di kawasan Humen. Walaupun tindakan Lin Zexu memicu pecahnya Perang Candu antara Tiongkok dan Inggris yang berlangsung dalam dua fase (1839-1842 dan 1856-1860), keberaniannya dalam melawan perdagangan narkotika diakui di dunia. Itulah alasan mengapa PBB menetapkan Hari Anti-Narkotika Internasional pada 26 Juni. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca