Kota Banjarbaru
Warga Cempaka Meriahkan Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — Ribuan warga mengikuti mengikuti Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (16/6/2026) pagi.
Kegiatan menyambut Tahun Baru Islam dimeriahkan oleh 1.486 lebih murid TPA, TK, RA, MI, SD, MTs, dan MA bersama warga mulai dari remaja masjid, pengurus mushala, kelompok yasinan, burdah, maulid, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Cempaka.
Rute yang dilalui peserta berawal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khairiyah Cempaka, bergerak di Jalan Mistar Cokrokusumo menuju Kelurahan Sungai Tiung.
Baca juga: Al Amin Gambut Juara I Pawai Hijriah di Kabupaten Banjar

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby tampak menghadiri agenda rutin tahunan di Kecamatan Cempaka tersebut.
Lisa Halaby menganggap Pawai 1 Muharram bukan seremonial belaka, tetapi wujud nyata dalam melestarikan kearifan lokal di Kota Idaman.
“Harapannya, masyarakat dapat terus meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai keislaman serta budaya, guna membentuk sumber daya manusia yang lebih berkarakter dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Dengan semangat “Hijrah dari Ketergantungan Gadget, Menuju Pribadi yang Berilmu dan Berakhlak di Lingkungan Banjarbaru Emas,” tema ini dinilai dengan tantangan zaman, sekaligus membuat pelaksanaannya berbeda dan lebih menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Unjuk Rasa “Reformati Indonesia” di Banjarmasin, Mosi Tak Percaya Wakil Rakyat Kalsel

Rombongan peserta menampilkan kreativitas dengan menghias diri sesuai tema. Terlihat ada beberapa kelompok yang membawa hiasan khas sebagai simbol rasa syukur dan suka cita menyambut tahun baru.
Kebersamaan dan kekompakan yang ditampilkan peserta diharapkan terus dijaga guna menciptakan Kota Banjarbaru sebagai kota yang aman, nyaman, serta harmonis bagi semua warganya.
Pimpinan Umum Ponpes Miftahul Khairiyah KH Muhammad Zarkasyi terkesan dengan antusias warga yang meramaikan Pawai 1 Muharram.
“Antusiasmenya itu luar biasa. Kalau kita lihat dari anak kecil saja, tingkat TK misalnya, mereka subuh-subuh sudah minta dipakaikan kostum oleh orang tuanya. Mereka bahkan memberontak kalau tidak diikutkan,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa Tunggu Anggota DPR RI Dapil Kalsel di Banua
Dia menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menyebarkan syiar agama dengan mengenang kembali perjuangan Islam.
Sesuai tema, pihak pesantren menegaskan komitmennya dalam menasehati anak murid agar lebih bijak dalam bermain gadget.
“Kami dari pesantren ingin supaya anak didik ini selalu dikawal dan dinasihati, agar apapun yang mereka lihat di HP adalah hal yang bermanfaat dan menunjang ilmu pengetahuan bagi mereka,” ungkapnya.
KH Muhammad Zarkasyi berharap pergantian tahun Islam ini dijadikan refleksi dalam mempererat tali silaturahmi.
Baca juga: Bupati Kapuas Lepas Peserta Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah
Sebagai informasi, Pawai 1 Muharram merupakan puncak acara Festival 1448 Hijriah yang dilaksanakan Ponpes Miftahul Khairiyah sejak Minggu (14/6/2026).
Panitia Festival Muharram 1448 H, Mahmuddin menjelaskan tema kegiatan yang berakar dari kekhawatiran akan ketergantungan gawai di kalangan anak-anak.
“Kami ingin mengajak generasi muda melakukan hijrah, bukan hanya dalam makna pergantian tahun baru Islam, tetapi juga hijrah perilaku. Kami ingin anak-anak dan remaja lebih dekat dengan ilmu pengetahuan, Al Qur’an, serta nilai-nilai akhlak yang baik sehingga mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Acara ini sudah berlangsung sejak era 1990-an dan masih bertahan sampai sekarang. Dulunya, kegiatan ini hanya diikuti warga sekitar madrasah, namun seiring berjalannya waktu terus meningkat.
Baca juga: Sekretaris Komisi III: Pemerataan Infratruktur Perkotaan Dukung Kemajuan Palangka Raya
Karena alasan tersebut, Festival Muharram menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Kecamatan Cempaka.
Mahmuddin menyebut keberlangsungan festival yang sudah berumur 30 tahun ini menegaskan besarnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan di tengah arus perkembangan zaman.
“Anak-anak yang dahulu menjadi peserta pawai kini sudah menjadi panitia, bahkan ada yang menjadi tokoh masyarakat. Dari generasi ke generasi tradisi ini terus diwariskan dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Cempaka,” terangnya.
Festival Muharram dapat melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Al Qur’an, serta mampu merealisasikan nilai-nilai Banjarbaru Emas (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera). (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluSMAN 7 Banjarmasin Juara Lomba Mading 3D Museum Wasaka
-
HEADLINE2 hari yang laluPerbedaan Perlakuan, Mantan Jampidus Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi
-
HEADLINE2 hari yang lalu8 Area Rawan Korupsi Daerah: Program Titipan, Pokir, Hibah dan Bansos
-
Pendidikan3 hari yang laluMading 3D Juara Pertama Karya Anak SMAN 7 Banjarmasin Integrasikan AI
-
Kalimantan Tengah1 hari yang laluLestarikan Budaya, Gubernur Kalteng Resmikan Pembangunan Huma Betang
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluAnggota DPRD Ingatkan Warga Waspada Penyakit Diare dan ISPA


