Connect with us

Kabupaten Kapuas

Bupati Wiyatno Terima Penghargaan Leadership Education Awards dari PGRI Kapuas

Diterbitkan

pada

Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menerima anugerah Leadership Education Awards dari PGRI Kabupaten Kapuas, Senin (4/5/2026). Foto: ags

KANALKALIMANYAN.COM, KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menerima anugerah Leadership Education Awards dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kapuas, Senin (4/5/2026).

“Penghargaan ini sejatinya bukan milik saya pribadi, melainkan seluruh pejuang pendidikan di pelosok kabupaten, baik wilayah pesisir sungai hingga daerah hulu,” kata Wiyatno saat menerima penghargaan.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Kapuas, Kadeni dirangkai seminar dan anugerah pendidikan di hall rumah jabatan Bupati Kapuas.

Baca juga: Pemprov Kalsel Serahkan Bantuan Kependidikan Program Paket 13 Kabupaten Kota

Penyerahan anugerah turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah Diplan, serta Bunda Guru Kapuas Siti Saniah.

Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh PGRI Kapuas.

Bupati Wiyatno menegaskan, penghargaan tersebut dimaknainya sebagai amanah sekaligus pengingat bahwa investasi terbaik bagi suatu daerah adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM), dengan guru sebagai pilar utama.

“Terima kasih kepada PGRI yang selama ini menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam menjaga nyala api literasi dan pembentukan karakter bangsa. Saya akan terus membersamai perjuangan PGRI,” ujarnya.

Baca juga: Wacana Asesor Aktivis HAM Jadi Alat Diskriminasi Aktivisme

Dalam arahannya kepada seluruh insan pendidikan di Kabupaten Kapuas, Wiyatno mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya di bidang digital.

“Manfaatkan papan interaktif digital yang ada di sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga potensi anak-anak dapat dimaksimalkan,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga indentitas budaya di tengah arus globalisasi. Di mana anak-anak Kapuas harus tetap mengenal akar budaya.

“Saya ingin kurikulum kita mampu mengintegrasikan potensi daerah agar siswa dapat membangun tanah kelahirannya sendiri,” tambahnya.

Baca juga: Warga Serbu Pasar Murah Disdag Kalsel di Kota Raja

Terkait kesejahteraan dan perlindungan guru, pemerintah daerah setempat, berkomitmen untuk terus memberikan perhatian.

“Termasuk perlindungan hukum dalam menjalankan tugas profesinya. Guru harus merasa aman dan nyaman saat mendidik,” pungkas Bupati Wiyatno. (Kanalkalimantan.com/ags)

Reporter: ags
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca