Connect with us

HEADLINE

Prabowo Sindir Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

Diterbitkan

pada

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Beritasatu/BPMI Setpres

KANALKALIMANTAN.COM, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menyoroti penggunaan anggaran di tingkat daerah yang dinilai belum sepenuhnya produktif. Secara khusus, ia menyinggung Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, yang membeli mobil dinas dengan nilai Rp8,5 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis (19/3/2026).

“Banyak pejabat itu menurut saya tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada pemerintah daerah membeli mobil dinas gubernur berapa? Rp8,5 miliar,” kata Prabowo.

Baca juga: Ramadan Digenapkan 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri Sabtu 21 Maret

Prabowo menyayangkan pola belanja daerah yang saat ini masih belum efisien, termasuk dalam penggunaan anggaran untuk fasilitas pejabat.

Sebagai perbandingan, Prabowo menegaskan dirinya menggunakan kendaraan dinas buatan dalam negeri dengan harga jauh lebih rendah.

“Saya presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta. Mungkin karena ini presiden, ada antipeluru, mungkin jadi Rp1 miliar, tetapi tidak sampai Rp8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi,” tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa yang seharusnya diutamakan. Namun, anggaran daerah justru digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas.

Baca juga: Pemkab Kapuas Fasilitasi Perluasan Halaman Parkir Masjid At Taqwa

“Banyak biaya yang seharusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan desa, rakyat harus menyuarakan, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tetapi tidak apa-apa, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair,” ucapnya.

Untuk itu, kepala negara menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab kepala daerah dalam mengelola anggaran publik, terutama agar benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas utama kepala daerah adalah melayani masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran. “Bupati bekerja untuk rakyatmu, gubernur bekerja untuk rakyatmu, itu yang kita minta,” pungkas Prabowo. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca