Infografis Kanalkalimantan
18 Maret Hari Arsitektur Indonesia, Cermin Peradaban
KANALKALIMANTAN.COM – Hari Arsitektur Indonesia diperingati setiap 18 Maret sebagai bentuk apresiasi terhadap karya para arsitek dalam pembangunan bangsa.
Momen ini memiliki makna penting dalam perjalanan pembangunan nasional.
Penetapan 18 Maret tidak lepas dari sejarah panjang perkembangan arsitektur di Tanah Air. Tanggal ini merujuk pada berdirinya Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pada 17 Maret 1959 di Bandung.
Berdasarkan laman resmi IAI, organisasi ini dibentuk sebagai wadah profesional bagi arsitek Indonesia. Tujuannya untuk mengembangkan kompetensi, menjaga standar profesi, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Baca juga: Penumpang Mudik Angkutan Laut Kalimantan Tumbuh 15,45 Persen
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia tengah membangun identitas, termasuk di bidang arsitektur. Para arsitek tidak hanya merancang bangunan, tetapi juga turut merumuskan wajah Indonesia modern.
Seiring waktu, tanggal berdirinya IAI dijadikan Hari Arsitektur Indonesia. Peringatan ini menjadi simbol penghargaan terhadap profesi arsitek sekaligus pengingat akan pentingnya perencanaan ruang berkelanjutan.
Arsitektur Cermin Peradaban
Arsitektur bukan sekadar soal estetika atau bentuk bangunan. Ia adalah cerminan budaya, teknologi, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Dari rumah adat hingga gedung pencakar langit, semuanya menyimpan cerita.
Hari Arsitektur Indonesia bukan sekadar mengenang sejarah IAI. Momentum ini juga mengajak masyarakat menyadari bahwa setiap ruang yang kita huni mencerminkan perjalanan panjang peradaban.
Baca juga: 7.062 Pegawai Pemko Banjarbaru Terima THR, PNS dan PPPK hingga PJLOP
Di Indonesia, kekayaan arsitektur terlihat jelas dari ragam rumah tradisional seperti Joglo di Jawa, Tongkonan di Toraja, hingga Honai di Papua. Setiap bentuk memiliki filosofi, fungsi, dan keterkaitan erat dengan lingkungan sekitar.
Dalam konteks modern, arsitektur juga berperan dalam menjawab tantangan urbanisasi, perubahan iklim, dan kebutuhan ruang yang semakin kompleks. Perencanaan kota, ruang publik, hingga hunian berkelanjutan menjadi isu penting yang tak bisa dilepaskan dari peran arsitek.
Karena itu, Hari Arsitektur Indonesia juga menjadi refleksi bahwa pembangunan bukan hanya soal cepat atau megah, tetapi juga tentang keberlanjutan dan kualitas hidup. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluLapuk Atap Bocor, Renovasi TPA Darul Falah Dibantu Wali Kota Banjarbaru
-
HEADLINE1 hari yang laluKebakaran di Kawasan Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan
-
PTAM INTAN BANJAR10 jam yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Bisnis3 hari yang laluPamor Borneo 2026 Tawarkan 15 Proyek Investasi Strategis di Kalimantan
-
Hukum16 jam yang laluDrag Race Maut Kotamobagu, Tujuh Tewas Sembilan Luka
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Wiyatno Hadiri Event Trail Adhyaksa di Batola



