Kota Banjarmasin
Cerita Veteran Batalyon 600 Raider Banjarmasin Bertempur Bela Tanah Air
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kita berjuang untuk mengembalikan hak-hak bangsa Indonesia, demikian yang dikatakan Komandan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Banjarmasin, Ronny YL.
Dalam momentum Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, mantan prajurit TNI AD Batalyon 600 Raider ini membagikan cerita perjuangan selama mempertahankan kedaulatan Tanah air.
Sekadar diketahui, Batalyon 600 Raider dibentuk oleh Panglima Komando Antar Daerah Kalimantan, Brigjen TNI (Purn) H Hasan Basry lantaran Kalimantan belum mempunyai prajurit atau tentara khusus. Atas dasar inilah, Batalyon 600 Raider disiapkan untuk menghadapi berbagai pertempuran. Pasukan pemukul khusus taktis TNI Angkatan Darat ini, mempunyai keahlian dan taktik perang khusus sehingga disebut juga Para Raider. Kini Batalyon 600 Raider menjadi Yonif Raider 600/Modang bermarkas di Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan merupakan bagian dari Kodam VI/Mulawarman. Batalyon ini bertugas sebagai pasukan pemukul yang juga berperan dalam pengamanan wilayah Kalimantan, termasuk IKN Nusantara.
Baca juga: Jejak Pertempuran 9 November Banjarmasin: Awal Revolusi Fisik Pejuang Banjar
Misi pertama mereka adalah merebut Irian Barat pada tahun 1961. Di sana, mereka menghadapi pertahanan kuat dari Belanda yang tidak bisa dilawan secara frontal melainkan dengan gerilya.
“Pertahanan Belanda kuat, kita tidak cukup untuk merebutnya dengan secara frontal, tapi kita secara gerilya akhirnya kita bisa menghapuskannya,” ujar Ronny kepada Kanalkalimantan.com, Senin (10/11/2025).
Perjuangan itu tidak sia-sia karena Irian Barat berhasil direbut dan masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdaulat.
Baca juga: Ironi Nasib Pemotong Rumput Taman Kota, ‘Pahlawan Lingkungan’ Penghasilan Pas-pasan
Tak habis sampai ikut dalam merebut Irian Barat, Batalyon 600 Raider ditugaskan ke Malaysia dalam Operasi Dwikora atas perintah Brigjen H Hasan Basry untuk mengembalikan tiga pulau dan 11 desa di Kalimantan Utara. Di sana, mereka berjuang habis-habisan selama dua tahun yakni 1964 sampai tahun 1966.
Pulau yang dimaksud antara lain Pulau Nunukan yang dikuasai Inggris dan Belanda, kemudian ada Pulau Sebatik, serta Ambalat. “Ambalat itu sebenarnya bukan satu pulau tapi batas daerah atau ambang batas laut,” beber Ronny.
Sementara desa yang dimaksud seperti Atap, Sebakung, Lumbis, Long Top, Pegunungan Iban, Pegunungan Balak, dan lain-lain. “Jadi sebelas desa ini harus kita kembalikan. Kita gempur selama dua tahun akhirnya dikembalikan semua 11 desa dan tiga pulau dengan kita,” ungkapnya.
Baca juga: Soeharto Resmi Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Satu hal yang menyakitkan menurut Para Raider ini adalah pada saat mereka bertempur di Malaysia, pihaknya tidak mengetahui ada gejolak di Indonesia yaitu Gerakan 30 September (G30S).
“Kita sudah bertempur berada di front sesungguhnya antara Malaysia dengan Indonesia. Antara pulau dengan beberapa pertempuran darat, pertempuran beberapa desa, tetapi di dalam negeri kita sendiri tidak tahu pergolakannya ada peristiwa G30S,” ujarnya.
Sembilan tahun berselang tepatnya di tahun 1975, Batalyon 600 Raiders diberangkatkan ke Timor-Timur. Dalam operasi ini, pasukan diturunkan secara berlapis dalam periode 1975 sampai 1980. Di sini lah prajurit mengorbankan nyawa mereka demi membela Bumi Pertiwi. Setidaknya, ada 10.047 prajurit yang gugur dalam Operasi Timor-Timur.
Setelah itu, pasukan Batalyon 600 Raider ditarik kembali ke daerah induk yakni Kota Banjarmasin. “Ini bukan hanya berjuang khususnya di Tanah Air kita tapi memperjuangkan mengembalikan hak-hak bangsa Indonesia,” tutup Ronny. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluRencana Jembatan Barito II, Pemprov Kalsel Ikut Menyusun DED
-
NASIONAL3 hari yang laluIni Susunan Upacara Bendera di Sekolah Menurut Aturan Baru 2026
-
Pendidikan2 hari yang laluCara Cek NISN PIP 2026 agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
HEADLINE3 hari yang laluMeta hingga TikTok Digugat karena Picu Kecanduan Remaja
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluPerumusan Kajian Aspek Kualitas Hidup Masyarakat Banjarmasin
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluTerminal Kapuas Terbengkalai, Pemkab Kapuas Siap Jadikan Rest Area Terpadu



