Kalimantan Selatan
BPAN Kalsel Menentang Kebijakan yang Merugikan Masyarakat Adat
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kalimantan Selatan (Kalsel) menentang segala bentuk kebijakan yang berdampak buruk bagi masyarakat adat.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kajian Strategis BPAN Kalsel, Okta selepas aksi protes pembentukan Taman Nasional Pegunungan Meratus, Sabtu (16/8/2025).
Menurut Okta, generasi selanjutnya akan merasakan dampak dari penetapan Taman Nasional Pegunungan Meratus di Kalsel.
Baca juga: Satu Kata Tolak Taman Nasional Pegunungan Meratus!
Sebagai pemuda yang melanjutkan tradisi dan kebudayaan masyarakat adat, kebijakan ini dinilai mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat di masa mendatang.
“Kami mengemban tanggung jawab untuk keberlangsungan suku, budaya dan tradisi kami, sehingga kami juga harus memastikan bahwa tanggungjawab tersebut dapat kami lakukan agar masyarakat adat tidak tergerus khususnya di Kalsel,” ungkap Okta.
Baca juga: Upacara HUT RI Berlangsung Khidmat, Bupati Banjar Apresiasi Tugas Paskibraka
Dengan demikian, anak cucu keturunan masyarakat adat semestinya hidup berdampingan dengan hutan yang lingkungannya masih lestari bersama kekayaan budaya dan tradisi yang tetap dijalankan. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Olahraga2 hari yang laluBanua Rally 2026: 45 Pereli Nasional Jajal Trek Banjarbaru – Pelaihari
-
Lifestyle2 hari yang laluTren Gaya Hidup Positif dari Arena Padel Baru di Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Antar Langsung Kloter 11 Sampai Masuk Bus
-
DPRD Kapuas3 hari yang laluDPRD Kapuas Tutup Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluSilaturahmi dan Halalbihalal Warga HSU di Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluJelang MTQ Kalsel Kafilah HSU Jalani TC di Banjarmasin





