Pemprov Kalsel
Musrenbang 2025, Gubernur H Muhidin Sebut 5 Program Prioritas Pembangunan di Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan selatan (Kalsel) H Muhidin membeberkan lima prioritas pembangunan yang diharapkan dukungan pihak kementerian/lembaga negara dan seluruh kabupaten/kota, agar dapat bersinergi dalam menyusun program kegiatan.
Hal ini disampaikan Gubernur H Muhidin pada pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2025, Kamis (24/4/2025), di Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Program prioritas itu adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berbudaya.
Kemudian, pembangunan infrastruktur dasar dan kewilayahan, dan perekonomian berbasis, peningkatan sektor unggulan (industri, UMKM, perdagangan, pertanian dan pariwisata) didukung oleh investasi, tenaga kerja berdaya saing, dan energi berkelanjutan.
Baca juga: Semangat Kawan Penyandang Disabilitas di Banjarbaru Belajar Hadapi Bencana
Selanjutnya, peningkatan kualitas lingkungan dan kapasitas mitigasi serta penanganan bencana, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang fokus pada pelayanan publik.

Pembukaan Musrenbang 2025 dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, dan Penjabat Sekdaprov Muhammad Syarifuddin.
Gubernur H Muhidin menyebutkan, dalam satu tahun terakhir, telah dicapai sasaran pembangunan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari capaian beberapa indikator seperti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 sebesar 75,19 atau naik sebesar 0,53 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di angka 74,66. Capaian ini berada di atas rata-rata nasional.
Baca juga: Upaya Turunkan Angka Kematian Bayi, Dinkes Kalsel Gelar Workshop Skrining BBL
Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Kalsel sampai 2024 tumbuh sebesar 5,05 persen. Indeks Kualitas Lingkungan hidup di Kalsel berada di angka 75,7, juga di atas nilai rata-rata nasional, salah satu indikator yang menunjukkan komitmen dalam membangun aspek lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Angka pengangguran di Kalsel sebesar 4,2 persen dan angka kemiskinan 4,11 persen.
Angka pengangguran dan kemiskinan di Kalsel juga jauh berada di bawah rata-rata nasional. Bahkan, Kalsel termasuk provinsi dengan persentase penduduk miskin peringkat dua terkecil di Indonesia.
Kesenjangan pembagian pendapatan atau gini rasio juga terus menurun. Di 2023, gini rasio di Kalsel berada di angka 0,313, sedangkan tahun 2024 angkanya 0,302.
Baca juga: Target KUR Kalsel 2025 Rp5,69 Triliun, Wagub Hasnur Minta Perluasan Penerima Manfaat
Dalam hal tata kelola pemerintahan, provinsi ini mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut dan sebagai satu-satunya provinsi di luar pulau Jawa yang memperoleh nilai SAKIP A.
Capaian ini, ungkap Gubernur H Muhidin, menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Prioritas program RKPD Provinsi Kalsel 2026 mengacu kepada dokumen rancangan awal RPJMD 2025-2029 yang terdiri dari 5 misi dan 10 janji kampanye.
Baca juga: Kejurprov Menembak 2025 Digelar di BSR Banjarmasin, 17 Kelas Dipertandingkan
Prioritas ini telah dirumuskan dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan daerah. Dalam mewujudkan tema dan prioritas tersebut, Pemprov Kalsel akan mendorong peningkatan sumber daya manusia pada sektor pendidikan, kesehatan dasar, pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja.
Selain itu, akan terus dilakukan pemerataan infrastruktur dasar dan konektivitas antar wilayah di Kalsel.
Pesan lain yang tidak kalah penting disampaikan Gubernur H Muhidin, yakni komitmen pihaknya akan memperkuat struktur untuk mendukung perekonomian pengembangan digitalisasi UMKM.
Selain itu, Pemprov Kalsel akan mendorong hilirisasi industri, pertanian, dan pariwisata menuju iklim investasi berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Baca juga: Jaringan Fredy Pratama Kalimantan-Sulawesi Masih Operasi, 4 Tersangka Dibekuk Polisi
Gubernur H Muhidin berharap kepada semua pihak yang mengikuti Musrenbang ini, turut mendorong pelaksanaan proyek-proyek strategis di Kalsel, diantaranya proyek pembangunan jalan lintas tengah dan lintas barat, pembangunan jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut, pembangunan stadion internasional, penguatan sarana dan prasarana kesehatan melalui pembangunan rumah sakit dan posyandu serta penguatan sarana alat kesehatan pendukung.
Gubernur H Muhidin juga mengungkapkan, dalam mendukung penguatan swasembada pangan, diinginkan adanya hirilisasi kelapa sawit dan restocking ikan. Selain itu, saat ini pentingnya bantuan untuk pengelolaan darurat sampah. (Kanalkalimantan.com/adpim)
Reporter: adpim
Editor: kk
-
Bisnis2 hari yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
Kriminal Banjarmasin1 hari yang laluCekcok Berakhir Maut di Gang Seroja, Dua Pelaku Diringkus
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
HEADLINE1 hari yang laluPascakebakaran Ujung Murung, Wali Kota Banjarmasin Pastikan Pasar Ditata Ulang
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluBNNK Balangan Tes Urine Para Sopir Angkutan Lebaran, Dua Didapati Positif




