Kalimantan Selatan
Dinkes Kalsel Bantah Kabar 3 Anak Meninggal Akibat Gangguan Gagal Ginjal Akut
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masyarakat Kalimantan Selatan sempat dihebohkan dengan adanya temuan 3 anak meninggal dunia diduga mengidap Gangguan Ginjal Akut Progresif Atpikal (GGAPA) atau Atypical Progressive Acute Kidney Injury (AP AKI) yang diduga akibat mengkonsumsi obat cair (sirup) pada anak-anak.
Tiga pasien GGAPA di Kalsel dilaporkan meninggal dunia berdasarkan laporan Kemenkes RI berasal dari Tanah Laut yang dirawat di RSUD Hadji Boejasin.
Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel menepis kabar tersebut. Dinkes Kalsel menyebut kematian 3 orang pasien ini disebabkan karena penyakit lain yang dideritanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalsel, Syahriani Nor memastikan hingga saat ini belum ada terkonfirmasi positif terkonfirmasi gagal ginjal akut dan kasus tersebut masih dalam pendalaman penyelidikan epidemiologi (PE).
Baca juga: ENERVON-C Dukung Penjaringan Atlet Muda Atletik dari Kalsel di Student Athletics Championships 2022
“Diduga gejala itu (GGAPA, red), sehingga dilaporkanlah dalam aplikasi sistem informasi rumah sakit, sehingga kita (Dinkes Kalsel, red) mendapat feedback dari Kemenkes berdasarkan laporan tersebut,” katanya.
Diakuinya berdasarkan laporan aplikasi sistem rumah sakit ada 5 orang pasien yang diduga mengidap GGAPA.
Menurutnya, kemungkinan petugas dari RSUD Hadji Boejasin Tala langsug meng-input data tanpa konfirmasi kepada Dinkes Kalsel untuk kepastian penyebabnya.
“Setelah penyelidikan, 3 pasien meninggal di Tala meninggal bukan karena gagal ginjal akut, ada penyebab lain ada DBD dan gizi buruk,” sebutnya.
Sementara itu, masih kata Syahriani, 2 orang lainnya masih probable yang diyakini sebagai suspek. Yang dicurigai mengonsumsi obat cair sirup.
Baca juga: Laka Maut Bus Mini Rombongan Umrah dari Kapuas di Jalan Gubernur Syarkawi, 4 Penumpang Tewas
“Kita masih munggu hasil dari laboratoriom yang dikirim, apakah memang positif, ini masih probable,” akunya.
Dirinya pun berharap kepada 13 kabupaten/kota di Kalsel bisa melakukan penyelidikan terhadap kasus GGAPA.(Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter: ibnu
Editor: bie
-
Olahraga2 hari yang laluSubhan Nor Yaumil Pimpin ICF Kalsel, Tour de Loksado Dihidupkan Kembali
-
HEADLINE1 hari yang laluKarhutla Kalsel: Tercatat 2.019 Kejadian, Hanguskan 9.943,26 Hektare
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang lalu41 Inovasi Ide dari Desa Pakacangan, Bukti Potensi Warga Menjawab Tantangan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluMomentum Peringatan Maulid Nabi, Bupati Banjar Ingatkan Seluruh ASN Jaga Marwah Daerah
-
PLN UIP3B KALIMANTAN1 hari yang laluPLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Dukung Akselerasi Pengembangan EBT
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang lalu”Sahabat GTK” Disdikbud HSU: Layanan Digital Administrasi Guru dan Tenaga Kependidikan





