HEADLINE
21 Mobil Listrik Dibeli Rp5,25 Miliar, Efisiensi Pemko Banjarmasin?
Wali Kota Yamin: Mobil Dinas Konvensional Sudah Berumur, BBM-nya Boros
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengadaan 21 mobil listrik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menimbulkan pro dan kontra.
Data situs sirup.inaproc.id menunjukkan, Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Banjarmasin anggarkan pembelian 21 unit mobil listrik BYD Atto 1 Premium seharga Rp5,25 miliar (Rp5.250.000.000) atau Rp250 juta per unit yang bersumber dari APBD 2026.
Kendaraan listrik plat merah tersebut digunakan untuk membantu mobilisasi perjalanan dinas Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat se Kota Banjarmasin.
Salah satu tuntutan Aliansi Mahasiswa Kota Banjarmasin dalam unjuk rasa di Balai Kota pada Rabu (18/2/2026) mendesak transparansi dan kajian manfaat publik atas pengadaan mobil listrik.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Fajar Arifin mengkritisi kebijakan pembelian mobil listrik ini sebab momentum yang dinilai tidak tepat.
Di tengah efisiensi yang ketat dan warga banyak kesulitan, pemerintah malah memberikan mobil listrik kepada para pejabatnya.
Baca juga: Bagian Umum Pengadaan Dua Kamera Mirrorless, Wali Kota Banjarmasin Tak Tahu

Mahasiswa menuntut transparansi dan kajian manfaat publik atas pengadaan mobil listrik. Foto: fahmi
“Kami menilai momentumnya tidak pas, karena bersamaan dengan 62 ribu warga Banjarmasin yang tidak bisa berobat setelah BPJS dinonaktifkan,” ujar Fajar.
Belum lagi kasus atlet Banjarmasin yang berprestasi peraih medali harus menelan pil pahit setelah mendapat kabar bonus dipotong.
Terlepas dari manfaatnya, hal ini menyisakan pertanyaan besar di mata publik apakah penonaktifan status BPJS dan pemotongan bonus atlet tersebut hanya untuk mobil listrik?.
“Kondisi ini sangat disayangkan, kami berharap pemerintah lebih peka dengan situasi masyarakat di Kota Banjarmasin saat mengambil keputusan,” ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswa Banjarmasin Suarakan Keresahan Masyarakat di Balai Kota

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR. Foto: fahmi
Urgensi Pengadaan Mobil Listrik Pemko Banjarmasin
Setelah dicecar pertanyaan oleh mahasiswa, akhirnya Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menjelaskan bawah urgensi pengadaan mobil listrik di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Pertama, kebijakan ini adalah tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasi Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Kedua, kebijakan ini dinilai lebih menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan biaya operasional/pemeliharaan kendaraan dinas. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2025 tentang Harga Satuan Regional, biaya pemeliharaan kendaraan listrik lebih efisien dibandingkan kendaraan biasa (konvensional). Berdasarkan perhitungan Bagian Umum Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, biaya pemeliharaan mobil listrik diklaim lebih efisien dibandingkan mobil konvensional.
Ketiga, mobil dinas konvensional sudah berumur tua di atas 7 tahun, sehingga BBM-nya boros dan biaya pemeliharan pun mahal. Pihaknya juga sudah melakukan pelelangan untuk unit kendaraan lama agar jadi pendapatan daerah.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 di Kota Tarakan

Data perbandingan biaya pemeliharaan mobil konvensional dan mobil listrik dari Bagian Umum Sekdako Banjarmasin yang diolah infografis oleh Kanalkalimantan.com.
Wali Kota Yamin menambahkan, Pemko Banjarmasin memilih membeli mobil listrik daripada sewa mobil konvensional, karena jelas akan menjadi aset daerah dan unggul dari perspektif tata kelola keuangan. Belanja modal produktif menurutnya lebih strategis dibandingkan belanja rutin yang berulang tanpa aset.
Terakhir, keberadaan mobil listrik dipercaya dapat mengurangi emisi korban untuk membantu mewujudkan program strategis nasional Indonesia yakni Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada tahun 2060.
“Kita ingin zero emisi di Kota Banjarmasin dengan mengurangi asap kendaraan, jadi secara perlahan beralih ke mobil listrik karena ini baru di kita,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluApril – Mei Wilayah Kalsel Memasuki Kemarau, Karakteristik Lebih Kering
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI
-
HEADLINE3 hari yang laluPemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTambal Sulam Titian Kayu Murung Selong Banjarmasin
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluIbu Kota Kalsel Catat 207 Ribu Pemilih Hasil PDPB 2026
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTanpa Sayembara, Ini Logo Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin





