Kabupaten Banjar
Waspada Penyakit Demam Berdarah Masuki Musim Hujan
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar meminta masyarakat waspada menghadapi perpindahan dari musim kemarau ke hujan yang sering disebut musim pancaroba.
Cuaca yang tidak menentu dari pagi hingga siang terasa panas terik namun ketika menjelang sore tiba-tiba hujan, hingga udara di malam hari sangat terasa dingin.
Musim pancaroba terjadi ketika peralihan musim kemarau ke musim hujan, yang dapat menyebabkan perubahan udara dan temperatur yang nantinya akan mengakibatkan sistem imunitas tubuh menurun.
Baca juga: Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Pramuka, Berikut Wilayah Terdampak Seret Air 12 Jam
Ketika memasuki musim tersebut, tidak hanya sistem imunitas tubuh yang perlu diperhatikan namun perlu juga waspada terhadap penyakit yang biasanya bermunculan salah satunya Demam Berdarah Dangue (DBD).
Musim hujan atau musim peralihan seperti sekarang ini begitu sangat rentan terhadap penularan penyakit demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yasna Khairina mengatakan, ketika musim peralihan dari kemarau ke musim hujan biasanya akan dihadapkan dengan kondisi musim pancaroba. Jika kemarin musim kemarau panjang adanya penyakit Ispa, dan sekarang sudah mulai turun hujan maka harus waspada dengan penyakit demam berdarah.
Baca juga: Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Proklim 2023 dari Menteri LHK
Ketika ada hujan dan panas, ada potensi untuk air bersih yang menggenang akan menjadi sarang nyamuk.
Demam berdarah merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian, dan penyakit ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Agypti.
Baca juga: Siap Hadapi STQH XXVI di Jambi, LPTQ Banjar Silaturahmi ke Saidi Mansyur
“Untuk penanganan preventifnya kami akan lakukan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas kepada masyarakat,” katanya, Selasa (24/10/2023) siang.
“Dengan melaksanakan 3 M di musim hujan yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan,” ingatnya.
(Kanalkalimantan.com/nh)
Reporter : nh
Editor : bie
-
HEADLINE3 hari yang laluDPKP Kalsel Optimalkan Pemulihan Lahan Pertanian Pascabanjir
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPenataan Blok Pasar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi
-
HEADLINE1 hari yang laluDari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Soroti Pengelolaan Taman CBS
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Dorong Kerjasama Solid Antar ASN dalam Pembangunan Daerah
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluTMMD Ke-127 Dimulai, Bupati HSU: TNI Berperan Aktif Percepat Pembangunan Pedesaan


