Connect with us

Kota Banjarbaru

Wali Kota Lisa Halaby: Ada 43 Kejadian Karhutla di Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Saat titik api muncul di Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor Kelurahan Syamsudin Noor, Minggu (3/8/2025) siang. Foto bpbd kalsel 

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Puluhan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tercatat terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal tersebut dilaporkan Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby kepada Gubernur Kalimantan Selatan dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana Karhutla di Provinsi Kalsel, Senin (4/8/2025) siang.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyebutkan, sudah ada 43 kali kejadian Karhutla dengan luasan lahan sekitar 118,249 hektare yang ditangani atau dipadamkan sekitar 53,89 hektare selama tahun 2025.

Baca juga: Ketinggian Oprit Diprotes Warga, Pembangunan Jembatan Km 31,5 Banjarbaru Terhenti

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melaporkan situasi Karhutla di Banjarbaru kepada Gubernur Kalsel dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana Karhutla di Provinsi Kalsel Senin (4/8/2025) siang. Foto: wanda

“Di Kecamatan Banjarbaru Utara terdapat satu kejadian dengan luasan 0,02 hektare, Banjarbaru Selatan satu kejadian di luasan lahan 0,05 hektare,” sebut Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby di hadapan Gubernur Kalsel Muhidin, Senin (4/8/2025).

Paling besar, Wali Kota Lisa menyebut kejadian Karhutla terjadi di Kecamatan Landasan Ulin, dimana ada 19 kejadian dengan luasan lahan 49,211 hektare.

Kemudian di Kecamatan Cempaka terdapat 12 kejadian dengan luasan lahan 61,676 hektare, serta Kecamatan Liang anggang terdapat 10 kejadian pada luas lahan 7,292 hektare.

Dari kejadian ini, Kota Banjarbaru telah menetapkan status menjadi siaga bencana Karhutla. Dirinya pun laporkan bahwa sejumlah upaya preventif dan preemtif telah dilakukan.

“Sumber pasokan air masih aman, kita juga sudah membuka posko dengan instansi terkait dan telah berkoordinasi,” tuntas Lisa.

Baca juga: Pelajar SD HSU Ramaikan Lomba Tradisional Balogo

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi. Foto : wanda

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi megatakan sampai Minggu 3 Agustus 2025 sudah ada 59 haktare lahan yang terbakar di wilayah Kalsel.

“Sampai hari ini ada 59 hektare yang tercatat lahan terbakar yang ditangani dari data sementara hampir 20 hektare,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel.

Bambang mengugkapkan, luasan lahan yang tak tertangani kebanyakan adalah lahan-lahan yang letak titiknya sulit dijangkau.

Sedangkan Kota Banjarbaru, katanya, menjadi wilayah yang bisa tertangani dengan kolaborasi.

Baca juga: PUPR Kalsel Gelar Lomba Nyanyi Berhadiah Jutaan Rupiah

“Saat ini di wilayah Kota Banjarbaru bisa kita tangani dengan cara kolaborasi,” ungkapnya.

Masih kata Bambang, tercatat juga untuk titik api di Kalsel periode bulan Januari hingga 26 Juli 2025 berjumlah 1.900 titik api.

BPBD Kalsel mendapat perhatian cukup dari Gubernur Kalsel dalam hal penanganan kebencanaan. Seperti dalam hal penanganan resiko benca karhutla, akan dibuat surat edaran ke masing-masing wali kota dan bupati untuk dapat menganggarkan penyediaan pompa pemadam kebakaran setiap desa atau kelurahan.

“Atas arahan bapak Gubernur kita menginginkan agar dianggarkan khususnya untuk pompa pemadam Karhutla untuk satu desa guna mengurangi resiko,” imbuhnya.

Baca juga: Garuda Pertiwi Siap Buktikan Kualitas di ASEAN Women’s Championship MSIG Serenity Cup 2025

Dengan status siaga Karhutla yang dikeluarkan Provinsi Kalsel menjadi langkah awal untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, seperti untuk penyediaan bantuan heli water boombing.

“Sebelumnya sudah terjalin komunikasi, dimana regulasi suatu daerah itu harus menyatakan siaga untuk sumber daya dari pusat akan datang,” tutup Bambang. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca