Connect with us

kriminal banjarbaru

Truk Rebutan Antrean Solar di SPBU Cempaka, Polisi Ringkus Lelaki Bawa Sajam

Diterbitkan

pada

Pelaku AR (38) dan barang bukti sajam yang diamankan Polsek Cempaka dari depan SPBU Cempaka, Jalan Mistar Cokrokusumo. Foto: humas polsek cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang lelaki asal Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru, terciduk membawa senjata tajam (sajam) dalam keadaan mabuk minuman keras di depan SPBU Cempaka, Jalan Mistar Cokrokusumo, Selasa (19/8/2025).

Lelaki berinisial AR (38) itu dibekuk Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka sekitar pukul 23.40 Wita.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kapolsek Cempaka Iptu Ketut Sedemen mengungkap penangkapan AR saat anggota Reskrim
Polsek Cempaka melaksanakan patroli di SPBU Cempaka, Jalan Mistar Cokrokusumo.

“Anggota kami melihat truk yang rebutan antre untuk mengisi solar di SPBU,” katanya. Kemudian, polisi mencoba untuk mengatur antrean truk yang menunggu giliran masuk ke SPBU untik mendapatkan solar bersubsidi tersebut. Pada saat itu petugas melihat ada seorang lelaki dalam keadaan mabuk.

Baca juga: Tiga Tenant di MPP Banjarbaru Hanya Sampai Pukul 13.00, Ini Kendalanya

“Melihat hal itu anggota Reskrim Polsek Cempaka langsung mengamankan satu orang laki-laki itu, tepatnya di depan Alfamart Cempaka,” kata Kapolsek Cempaka.

Petugas kemudian memeriksa lelaki tersebut dan menemukan sebilah sajam jenis pisau tepat di belakang pinggang sebelah kanan.

Sajam pisau itu terbuat dari besi lengkap dengan hulu dan kumpang yang terbuat dari kayu berwarna coklat dengan panjang 18,5 Cm.

“AR dibawa ke Mapolsek Cempaka guna proses selanjutnya,” kata Kapolsek Cempaka.

Baca juga: Doa Bersama RQ Miftahul Jannah di Hari Arba Mustamir

Atas kejadian itu AR diancaman pidana Pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena membawa, menyimpan, memiliki serta menguasai senjata tajam tanpa dilengkapi surat izin yang sah. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca