Lifestyle
Tren Baru Orang Kaya Gadai Hermes hingga Rolex demi Likuiditas
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kalangan orang kaya mulai mengubah cara mengelola asetnya. Bukan dengan menjual barang bernilai tinggi, mereka kini memilih menggadaikan aset mewah seperti Hermes hingga Rolex demi menjaga likuiditas tanpa kehilangan kepemilikan.
Konflik geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga tekanan harga komoditas membuat banyak individu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Dalam situasi ini, aset seperti tas branded, jam tangan mewah, hingga kendaraan premium tidak lagi sekadar simbol gaya hidup, melainkan instrumen keuangan yang bisa dioptimalkan.
Tren baru ini menunjukkan bahwa barang mewah memiliki nilai yang relatif stabil, bahkan berpotensi mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, kebutuhan dana tunai tetap muncul, baik untuk menjaga arus kas bisnis maupun kebutuhan mendesak. Gadai pun menjadi jalan tengah antara mempertahankan aset dan memperoleh likuiditas.
Baca juga: Naik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
Dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026), deGadai menyebutkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap fungsi gadai mulai berubah, termasuk di segmen premium.
“Gadai memberikan fleksibilitas. Nasabah tetap mendapatkan dana yang dibutuhkan, namun masih memiliki kesempatan untuk menebus kembali asetnya,” tulis deGadai.
Dengan pendekatan ini, pemilik aset tetap bisa memperoleh dana tunai dalam waktu relatif cepat tanpa harus kehilangan potensi kenaikan nilai barang di masa depan. Hal ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi yang dinamis.
Sebagai ilustrasi, seseorang yang memiliki tas Hermes atau jam tangan Rolex bernilai ratusan juta rupiah bisa menghadapi kebutuhan dana dalam waktu singkat. Menjual aset memang memberikan solusi instan, tetapi bersifat permanen. Sebaliknya, melalui gadai, dana tetap dapat diperoleh, sementara aset masih bisa ditebus kembali ketika kondisi keuangan membaik.
Baca juga: 5 Rumah Warga di Cempaka Dibantu Program Rehab RTLH
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap gadai. Jika sebelumnya identik dengan kondisi darurat, kini gadai menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan modern, terutama bagi kalangan beraset besar. Gadai dimanfaatkan untuk menjaga likuiditas, mengoptimalkan peluang bisnis, serta menghindari penjualan aset di waktu yang kurang tepat.
Tren gadai barang mewah diperkirakan akan terus menguat seiring meningkatnya ketidakpastian global. Volatilitas ekonomi, kesadaran akan nilai aset, serta kebutuhan fleksibilitas finansial menjadi faktor pendorong utama.
Dalam kondisi seperti ini, kemampuan mengelola aset secara cerdas menjadi kunci. deGadai melalui layanan gadai menawarkan solusi agar individu tetap memiliki kendali atas asetnya, sekaligus menjaga ruang gerak finansial di tengah tekanan ekonomi global. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)
Editor : kk
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
Kabupaten Banjar23 jam yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
HEADLINE3 hari yang laluUji Coba Mikrotrans Listrik Banjarmasin, Menuju Transportasi Umum Ramah Lingkungan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi





