Kabupaten Banjar
Tim Vertical Rescue Indonesia Bidik Pembuatan Jembatan di Waduk Riam Kanan
MARTAPURA, Paska runtuhnya jembatan ulin penghubung antara Desa Artain dengan Desa Banua Riam, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar sejak 13 Maret 2018 membuat warga tak lagi bisa melintas.
Jembatan penghubung antar dua desa tersebut mempunyai jarak kurang lebih 150 meter, terpisah oleh perairan. Sementara tadinya diketahui jembatan yang dibangun secara swadaya masyarakat tersebut mengalami kerusakan yang diakibatkan banjir.
Medengar kabar adanya lokasi yang memerlukan bantuan jembatan yang sudah lama terputus, tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang dikomandani Tedi Ixdiana dalam waktu dekat berencana akan membentakan jembatan gantung penghubung antar dua desa tersebut.
“Apabila jadi kita membentangkan jembatan gantung di dua desa itu berarti ini merupakan jembatan pertama yang akan kita bangun di Kalimantan Selatan, semoga bisa terlaksana,†ujar Tedi kepada Kanal Kalimantan.com.
Sementara itu, Wisnu anggota Vertical Rescue Indonesia mengatakan, dalam waktu dekat pula akan segera mencek dan meninjau lokasi jembatan tersebut. Untuk dilakukan langkah selanjutnya mengenai mekanisme dan apa dan bagai mana kondisi di lapangan.
“Iya dalam waktu dekat kita akan cek ke lokasi, kita harus melihat bagai mana akses menuju ke sana, survey harga dari material itu sendiri dan yang tidak kalah penting keikutsertaan masyarakat di dua desa itu, karena jembatan ini akan kita bangun secara bersama-sama,†jelasnya.
Tambahnya lagi, untuk membangun sebuah jembatan itu, nantinya akan mempergunakan dana dari VRI itu sendiri, namun tim VRI sendiri mengharapkan campur tangan dan bantuan dari pemerintah daerah, baik bantuan dari segi material yang akan digunakan saat pembangunan jembatan itu natinya.
“Untuk membangun jembatan itu setidaknya kita membutuhkan jembatan sekitar Rp 150 juta, walaupun ada dana sendiri namun setidaknya diharapkan ada peran dan dorongan dari pemerintah daerah sehingga pembangunan jembatan berjalan aman dan lancar, selesainya jambatan itu dibangun, nantinya akan langsung diresmikan oleh pihak kementrian sosial,†harapnya.
Menanggapi tawaran tim VRI, Pemerintah Kabupaten Banjar sangat menyambut gembira wacana tim yang akan membantu jembatan gantung dalam program 1000 jembatan gantung untuk Indonesia tersebut.
“Apabila itu memang benar, maka kami sangat menyambut gembira adanya bantuan program jembatan gantung untuk menghubungkan kedua desa yang sudah lama terputus di waduk tiam kanan itu, nanti akan kita koordinasikan lagi dengan PUPR,†ujar Sekda Kabupaten Banjar M. Hilman. (rendy)
Editor : Bie
-
HEADLINE3 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Serahkan KHBS dan Bantuan Pangan ke Warga Mantangai
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluIni Juara Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2026
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Tinjau Puskesmas di Desa Sakata Bangun





