Kota Banjarbaru
Tidak Ada Lagi Pasien Dirawat, Tiga Tempat Karantina Khusus Ditutup
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Meskipun angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Banjarbaru masih mengalami peningkatan, namun tren kesembuhan pasien terus mendominasi selama beberapa pekan terakhir.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru telah mengambil kebijakan untuk menutup sementara tiga tempat khusus karantina.
Yakni, di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), di Asrama Haji Embakarsi Banjarmasin, dan di gedung Balai Diklat Ambulung.
Keputusan itu, kata Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengingat tak adanya lagi pasien yang menjalani karantina. Menurutnya, keputusan untuk menutup tiga tempat karantina tersebut juga termasuk menghemat pengeluaraan anggaran.
“Di tiga tempat karantina itu, sudah tidak ada lagi yang dirawat karantina. Karena itu kita tutup untuk efisiensi penggunaan anggaran. Karena kalau tetap buka itu akan terus membiayai tenaga kesehatan, psikolog, dokter” katanya.
Berdasarkan data, kata Jaya, tren kesembuhan di Banjarbaru memiliki persentase yang cukup tinggi. Dimana, pada Agutus lalu hanya tercatat 66,11 persen saja, namun kini telah melonjak hingga 80,17 persen.
“Tingginya angka kesembuhan, berbanding lurus dengan menurunnya angka kematian. Pada awal Agustus, angka kematian mencapai 6,94 persen dan sekarang turun menjadi 5,39 persen,” terangnya.

Data Covid-19 Kota Banjarbaru per 9 September 2020. Foto: gugus tugas covid-19 banjarbaru
Lantas, bagaimana jika nantinya ada warga yang terpapar Covid-19 dan diharuskan menjalani karantina? Dalam, Wakil Wali Kota Banjarbaru, mengatakan bahwa pihaknya akan merusuk warga tersebut ke tempat karantina yang di kelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan.
“Sekarang kalau ada pasien yang butuh untuk dikarantina, maka kita kirim ke lokasi karantina yang dikelola oleh provinsi,” pungkas Jaya.
Menurut data Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru, Rabu (9/9/2020), total kasus terkonfirmasi Covid-19 saat ini telah menyentuh angka 844 kasus. Diantaranya, pasien yang dipantau sebanyak 108 orang, pasien yang dirawat sebanyak 20 orang, pasien yang sembuh sebanyak 666 orang, dan pasien yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 50 orang. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : bie
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluSMAN 7 Banjarmasin Juara Lomba Mading 3D Museum Wasaka
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluSerahkan Alsintan, Pemkab Banjar Dorong Transformasi Menuju Mekanisasi Pertanian
-
Pendidikan2 hari yang laluMading 3D Juara Pertama Karya Anak SMAN 7 Banjarmasin Integrasikan AI
-
HEADLINE1 hari yang laluPerbedaan Perlakuan, Mantan Jampidus Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluTindaklanjuti Laporan Masyarakat, Satpol PP Banjar Amankan ODGJ Bersenjata Tajam
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluSTQ HSU 2026 Digelar, Persiapan Tuan Rumah MTQ Kalsel 2027


