NASIONAL
Soal PNS dan TNI/Polri Naik Gaji Jadi Rp9 Juta, Ini Kata Kemenkeu
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya buka suara soal isu kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Polri, dan TNI pada 2021. Intinya, kenaikan gaji itu masih dikaji oleh kementerian.
Sebelumnya, beredar kabar dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo bahwa gaji para abdi negara akan naik pada tahun depan. Nantinya, gaji ASN dengan pangkat terendah minimal akan berada di kisaran Rp9 juta sampai Rp10 juta.
Atas kabar ini, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari mengatakan kementerian masih melakukan kajian secara internal yang melibatkan beberapa institusi (interdep). Kajian itu mempertimbangkan sejumlah hal.
“Saat ini masih dalam tahap pengkajian interdep dengan mempertimbangkan banyak aspek, diantaranya termasuk dampaknya terhadap keuangan negara jangka pendek dan jangka panjang,” katanya.
Sayangnya, belum ada lagi keterangan yang bisa dibaginya terkait perkembangan dari hasil kajian tersebut. Hanya saja, Rahayu turut menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sejatinya sudah disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2020.
Dengan begitu, pelaksanaan APBN tahun depan akan mengikuti ketentuan yang sudah diatur dalam beleid tersebut. “Dalam UU (APBN) tersebut dinyatakan bahwa pemerintah masih fokus pada penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi,” katanya dilansir cnnindonesia.
Hal ini memberi sinyal bahwa seluruh pelaksanaan APBN 2021 termasuk belanja pemerintah akan lebih mengutamakan pada proses pemulihan ekonomi nasional daripada belanja lain yang tidak terkait langsung.
Tjahjo sebelumnya mengungkapkan gaji ASN berpangkat rendah akan tembus kisaran Rp9 juta sampai Rp10 juta pada tahun depan karena kebijakan kenaikan gaji. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan uang pensiun abdi negara.
Rinciannya terdiri dari 4,2 juta ASN, 1 juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari kalangan guru, 260 tenaga kesehatan, dan sekitar 100 ribu tenaga penyuluh. “Mudah-mudahan lewat rekrutmen, sistem merit, tunjangan dan sebagainya bisa tertata, terdata berapa ASN yang kita butuhkan,” ujar Tjahjo.(cnnindonesia/agt)
Editor: cell
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Beri Multivitamin dan Pemeriksan Kesehatan Para Relawan Pemadam Karhutla
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Banjar Bantu 21 BPK di Gambut, Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Pemadam Karhutla
-
Kabupaten Banjar23 jam yang laluBahas Program Desa Rukun, FKUB Banjar Audiensi ke Bupati Banjar
-
Kabupaten Banjar16 jam yang laluMediasi Warga dengan PT MMI, Pemkab Banjar Sarankan Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Independen
-
Kabupaten Banjar20 jam yang laluPenganugerahan GBA 2026, Pemkab Banjar Raih Juara II Simpul Jaringan Terbaik
-
Kabupaten Banjar21 jam yang laluBupati Banjar Dukung Pelaksanaan Muktamar XXI IMM Tahun 2027



