Kota Banjarmasin
Pulau Sampah di Bawah Jembatan Pasar Lama Banjarmasin
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sampah tumbuhan dan rumah tangga menumpuk di Sungai Martapura tepatnya di bawah jembatan Pasar Lama Kota Banjarmasin, Kamis (30/1/2025) siang.
Tumpukan sampah yang membentuk pulau tersebut didominasi oleh ranting kayu dan bambu yang terbawa arus dari hulu. Tidak hanya material kayu, sampah rumah tangga seperti kasur, botol, dan plastik juga ikut terbawa arus menumpuk di bawah jembatan Pasar Lama.
Sejumlah petugas berusaha membersihkan tumpukan sampah dengan cara manual menggunakan bilah bambu.
Saking tebal dan banyaknya tumpukan sampah, petugas tidak tenggelam alias bisa berjalan di atas pulau sampah yang menutupi Sungai Martapura tersebut.
Bahkan klotok wisata atau perahu warga tak bisa menggunakan jalur bawah jembatan Pasar Lama karena tak ada celah untuk melintas.
Baca juga: Habis Terbakar, MTs Byna Taqwa Mantuil Numpang ke SD

Sementara petugas hanya mampu membuka salah satu jalur di ujung jembatan sebagai celah untuk perahu kecil lewat.
Kapal pembersih sampah milik Pemko Banjarmasin dikerahkan untuk membuka tumpukan sampah.
Salah seorang warga sekitar, Kadri mengatakan bahwa tumpukan sampah sudah berada di bawah jembatan Pasar Lama sejak Rabu (29/1/2025) malam.
Baca juga: Pj Bupati Resmikan Gedung Baru MUI HSU
“Tadi malam lebih banyak lagi, yang banyak sampah rumah tangga sama kayu,” ujarnya.
Kadri menyebut bahwa sebagian besar sampah-sampah tersebut merupakan kiriman dari hulu Sungai Martapura.
Kadri menyebut, karena sungai di bawah jembatan Pasar Lama tidak bisa dilewati, perahu atau klotok dapat melalui jalur alternatif lain dengan memutar cukup jauh.
“Klotok bisa memutar lewat Sungai Kuin,” katanya.
Baca juga: Temuan Jasad Siswi SMP di Syamsudin Noor, Sang Kakak Dengar Suara Tangisan Sambil Tertawa
Tumpukan sampah di bawah jembatan Pasar Lama tersebut bukan kali pertama terjadi, kondisi serupa terus berulang.
Salah satu pemicunya posisi pondasi terlalu rapat sehingga kayu-kayu besar sering nyangkut.
“Biasanya sampah ini bisa bertahan beberapa hari sampai selesai dibersihkan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rizki)
Reporter: rizki
Editor: bie
-
Budaya10 jam yang laluASKS XXIII 2026 di HSU Membangkit Sastra Banua di Negara Dipa
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluInovasi SI IDAMAN BERKAH Go International, Perawat RSD Idaman Tampil di Konferensi Keperawatan Internasional
-
Kabupaten Kapuas12 jam yang laluIkuti Verifikasi Lapangan KemenPPPA, Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Pembangunan Responsif Gender
-
Kabupaten Kapuas11 jam yang laluBupati Kapuas Resmikan Masjid Al Qayyum di Desa Rantau Jaya
-
Kabupaten Kapuas11 jam yang laluPemkab Kapuas Bantu Warga Pulau Kupang Penuhi Kebutuhan Air Bersih



