Kabupaten Kapuas
Potensi Produk Kerajinan Tangan Purun Warga Desa Teluk Palinget
KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Kerajinan tangan anyaman purun menjadi potensi warga Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Tanaman khas rawa purun dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan yang dapat dimanfaatkan sebagai barang keperluan sehari-hari.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Pulau Petak, Fatmawati mengatakan, di Desa Teluk Palinget terdapat warga yang membuat anyaman purun dengan berbagai macam ragam bentuk. Diantaranya sajadah, tas, dompet, topi dan bentuk lainnya.
Sementara ini pemasaran kerajinan purun hasil karya warga desa dijual ke sekitar desa tetangga dan mayoritas pembeli adalah orang-orang yang melintasi desa.
“Salah satu langkah usaha promosi yang telah dilakukan yaitu dengan memperkenalkan produk anyaman purun, pada acara yang diselenggarakan desa maupun kecamatan. Harga jual dimulai dari 8 ribu sampai dengan 60 ribu rupiah,” sebut Fatmawati.
Fatmawati mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah agar kerajinan purun ini dapat diketahui oleh masyarakat luas, serta dapat dijual keluar daerah.
”Saya harap dengan potensi yang ada ini, mampu meningkatkan ekonomi keluarga, masyarakat di Kecamatan Pulau Petak, juga mendorong agar bumdes dapat memfasilitasi warga untuk mengembangkan potensi yang dipunyai,” pungkas Fatmawati. (kanalkalimantan.com/ags)
Reporter: ags
Editor : kk
-
HEADLINE1 hari yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 243 Orang
-
HEADLINE1 hari yang laluEnam Meninggal Dunia, 103 Orang Dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8
-
Olahraga2 hari yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluPemkab HSU Target Pertahankan Predikat Terbaik Akreditasi Perpustakaan 2026
-
Budaya3 hari yang laluPameran Tunggal “Intan Banua” di Taman Budaya Kalsel


