Connect with us

HEADLINE

Kapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Kapal Virgo Transport 8 tercatat masih melayani rute Kokura-Matsuyama hingga 30 Juni 2025, berpindah ke Indonesia pada 2026 dan mulai beroperasi layani rute Surabaya Banjarmasin pada 8 Juli 2026. Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kapal Virgo Transport 8 menjadi perhatian setelah dilaporkan mengalami insiden dan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kapal penumpang yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin itu ternyata merupakan kapal buatan Jepang yang telah berusia sekitar 39 tahun.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami insiden saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Sebanyak 243 orang diketahui berada di dalam kapal yang baru beroperasi melayani rute Surabaya-Banjarmasin per 8 Juli 2026.

Profil Kapal Virgo Transport 8

Berdasarkan data MarineTraffic, Kapal Virgo Transport 8 merupakan kapal penumpang yang dibangun pada 1987. Jika dihitung hingga 2026, kapal tersebut telah berusia sekitar 39 tahun.

Kapal ini dibangun oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard, galangan kapal yang berada di Imabari, Jepang. Sejatinya, kapal tersebut telah memiliki sejarah operasional selama hampir empat dekade sejak pertama kali dibuat.

Baca juga : Enam Meninggal Dunia, 103 Orang Dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8

Meski baru mulai beroperasi di Indonesia pada 2026, usia Kapal Virgo Transport 8 secara keseluruhan jauh lebih tua. Kapal tersebut sebelumnya telah digunakan untuk melayani pelayaran di Jepang sebelum berpindah ke Indonesia.

Riwayat panjang itu menjadi salah satu informasi yang menarik perhatian publik setelah kapal dilaporkan mengalami insiden di Laut Jawa.

Kapal itu tercatat masih melayani rute Kokura-Matsuyama hingga 30 Juni 2025. Setelah itu, kapal berpindah ke Indonesia pada 2026 dan mulai beroperasi dengan nama Virgo Transport 8 pada Juli 2026.

Sejak saat itu, kapal tersebut melayani perjalanan pulang-pergi Surabaya-Banjarmasin. Dengan demikian, sebelum insiden pada September 2026, kapal baru beberapa bulan menjalankan operasionalnya di Indonesia, meski telah berusia hampir empat dekade sejak pertama kali dibangun.

Baca juga : Tenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 240 Orang

Spesifikasi dan Identitas KM Virgo Transport 8

Selain usia kapal, identitas dan spesifikasi teknis Kapal Virgo Transport 8 turut menjadi bagian penting dalam memahami profil kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.

Berdasarkan data MarineTraffic, kapal ini merupakan kapal penumpang jenis passenger/ro-ro cargo ship. Jenis kapal tersebut dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan, sehingga memiliki fungsi sebagai kapal feri dan pengangkut muatan kendaraan.

Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya menggunakan nama Ferry Kurushima. Kapal ini dibangun pada 1987 di Jepang oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard, galangan kapal yang berlokasi di Imabari. Setelah berpindah ke Indonesia, kapal tersebut mengibarkan bendera Indonesia dan beroperasi dengan nama Virgo Transport 8.

Dalam sistem identifikasi pelayaran, Kapal Virgo Transport 8 memiliki nomor identifikasi internasional atau international maritime organization (IMO) 8625179. Kapal ini juga tercatat memiliki maritime mobile service identity (MMSI) 525110543 serta tanda panggilan radio atau call sign YDIL4.

Baca juga : 20 Santri Balangan Diberangkatkan ke Hadramaut

Dari segi ukuran, kapal tersebut memiliki panjang sekitar 119 meter. Adapun data mengenai lebarnya menunjukkan perbedaan. MarineTraffic mencatat lebar kapal sekitar 21 meter, sedangkan sumber lain menyebutkan angka 23 meter.

Kapal Virgo Transport 8 memiliki tonase kotor atau gross tonnage (GT) sebesar 4.277 GT. Ukuran ini menggambarkan volume keseluruhan ruang internal kapal, bukan berat kapal. Sementara itu, daya angkut kapal tercatat sekitar 2.612 ton deadweight tonnage (DWT).

DWT menunjukkan total bobot yang dapat dibawa kapal dalam kondisi operasional, termasuk penumpang, kendaraan, muatan, bahan bakar, air tawar, serta perbekalan dan perlengkapan lainnya. Dengan demikian, angka tersebut tidak hanya mengacu pada berat barang atau kendaraan yang diangkut.

Untuk kedalaman bagian kapal yang berada di bawah permukaan air, KM Virgo Transport 8 memiliki sarat atau draught sekitar 5,6 meter berdasarkan sejumlah pembaruan data AIS. Sarat merupakan jarak vertikal dari bagian kapal yang paling bawah hingga permukaan air. Nilai ini dapat berubah sesuai kondisi muatan dan berat kapal.

Baca juga : 1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru

Dalam sejumlah perjalanan yang tercatat, Kapal Virgo Transport 8 berlayar dengan kecepatan rata-rata sekitar 9-11 knot. Satuan knot merupakan ukuran kecepatan yang digunakan dalam pelayaran, dengan 1 knot setara dengan 1 mil laut per jam. Kecepatan rata-rata tersebut setara dengan kurang lebih 16,7-20,4 kilometer per jam.

Adapun kecepatan maksimum kapal yang tercatat mencapai sekitar 13 knot atau sekitar 24,1 kilometer per jam. Angka tersebut menunjukkan laju tertinggi yang tercatat dalam data pelayaran, bukan kecepatan yang digunakan secara terus-menerus sepanjang perjalanan.

Kapal Virgo Transport 8 memiliki nomor IMO 8625179 sebagai identitas unik kapal dalam sistem pelayaran internasional. Nomor tersebut digunakan untuk membantu mengenali kapal dan membedakannya dari kapal lain.

Selain nomor IMO, kapal ini tercatat memiliki MMSI 525110543. Identitas MMSI digunakan dalam sistem komunikasi dan pelacakan maritim, termasuk untuk membantu mengenali kapal dalam jaringan komunikasi pelayaran.

Baca juga : Pameran Tunggal “Intan Banua” di Taman Budaya Kalsel

Dalam sistem automatic identification system (AIS), KM Virgo Transport 8 terdaftar sebagai kapal penumpang dengan tanda panggilan radio YDIL4. AIS dapat menyediakan informasi mengenai identitas, posisi, arah, dan pergerakan kapal.

Meski demikian, data posisi dan pergerakan yang ditampilkan dalam sistem AIS bergantung pada pembaruan informasi yang tersedia. Karena itu, catatan AIS tidak selalu menggambarkan kondisi kapal secara langsung pada setiap waktu.

Kapal Virgo Transport 8 termasuk kapal jenis roll-on/roll-off atau ro-ro. Istilah tersebut merujuk pada sistem kapal yang memungkinkan kendaraan masuk dan keluar dengan bergerak menggunakan rodanya sendiri.

Pada kapal ro-ro, kendaraan tidak perlu diangkat menggunakan crane untuk dipindahkan ke dalam kapal. Kendaraan dapat dikemudikan atau digelindingkan melalui akses yang tersedia menuju ruang muatan.

Baca juga : Pemkab HSU Target Pertahankan Predikat Terbaik Akreditasi Perpustakaan 2026

Sistem ini memungkinkan proses pemindahan kendaraan berlangsung melalui jalur khusus yang menghubungkan area luar kapal dengan ruang muatan. Dengan karakteristik tersebut, kapal ro-ro dapat digunakan untuk mengangkut kendaraan sekaligus penumpang.

Jenis kapal ini lazim digunakan pada layanan feri yang menghubungkan satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya. Kendaraan dapat dibawa dalam perjalanan laut bersama penumpang yang menggunakan layanan kapal tersebut.

Dalam klasifikasinya sebagai passenger/ro-ro cargo ship, Kapal Virgo Transport 8 memiliki fungsi pengangkutan penumpang dan kendaraan. Karakteristik tersebut membedakannya dari kapal penumpang yang hanya dirancang untuk membawa orang.

Sebagai kapal penumpang, Kapal Virgo Transport 8 menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung kebutuhan penumpang selama perjalanan.

Baca juga : Cegah Gangguan Pohon PLN Grebek ROW Buntok-Muara Teweh

Berdasarkan informasi yang tersedia, fasilitas kapal tersebut mencakup ruang tunggu serta kamar penumpang dengan beberapa kategori kelas. Pilihan akomodasi yang tercatat terdiri atas kelas 1, kelas 2, kelas 3, dan VIP.

Keberadaan beberapa kategori tersebut menunjukkan kapal menyediakan pilihan ruang penumpang selama pelayaran. Namun, informasi yang tersedia belum merinci fasilitas khusus yang terdapat pada masing-masing kelas.

Dengan fasilitas tersebut, KM Virgo Transport 8 digunakan untuk mendukung perjalanan penumpang pada rute pelayaran yang menghubungkan Surabaya dan Banjarmasin. Kapal ini juga memiliki karakteristik sebagai kapal ro-ro yang memungkinkan pengangkutan kendaraan.

Riwayat KM Virgo Transport 8 sebelum Beroperasi di Indonesia

Sebelum menggunakan nama Virgo Transport 8 dan berbendera Indonesia, kapal tersebut diketahui beroperasi di Jepang dengan nama Ferry Kurushima.

Baca juga : Wagub Hasnur Tinjau Karhutla Turun Ikut Lakukan Pemadaman

Berdasarkan data MarineTraffic, kapal ini sebelumnya melayani rute pelayaran antara Kokura dan Matsuyama. Layanan pada rute tersebut tercatat berlangsung hingga 30 Juni 2025.

Riwayat operasional di Jepang menjadi bagian penting dalam profil KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut telah digunakan untuk pelayaran selama puluhan tahun sebelum berpindah ke Indonesia.

Meskipun baru beberapa bulan beroperasi di Indonesia sebelum insiden terjadi, kapal ini telah memiliki sejarah operasional yang panjang sejak dibangun pada 1987. Usianya hingga 2026 mencapai sekitar 39 tahun.

Ferry Kurushima merupakan nama yang digunakan kapal tersebut sebelum berpindah ke Indonesia. Pada masa itu, kapal mengibarkan bendera Jepang dan melayani perjalanan antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama.

Rute tersebut menjadi bagian dari sejarah pelayaran kapal sebelum kemudian dibeli oleh PT Virgo Karya Shipping (VKS). Setelah masa operasionalnya di Jepang berakhir, kapal tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk menjalankan layanan pelayaran di Indonesia. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca