Advertorial
Petani Desa Surian Tanam Kedelai Varietas Unggul di Lahan 137 Hektare
MARTAPURA, Tanaman kedelai varietas anjasmoro dan grobogan merupakan benih varietas unggul yang ditanam petani di Desa Surian, Kecamatan Cintapuri. Varietas BPTP terdiri dari varietas anjasmoro, grobogan, argomulyo, dan mahameru merupakan varietas pilihan petani kedelai unggulan di Kabupaten Banjar.
Hal tersebut disampaikan Fahri, Ketua Kelompok Tani Desa Surian, Kecamatan Cintapuri, usai acara tanam perdana kedelai, Kamis (8/2).
“Lahan miliki warga kelompok tani kami mempunyai luas 137 hektare, akan menjadi lahan produktif dengan kualitas baik, sehingga hari ini apa yang kita kerjakan membuahkan hasil yang maksimal,†ujar Fahri.
“Nilai tambah pertanaman kedelai di lahan ini dapat meningkatkan IP 200 menjadi 300, dan yang lebih penting lagi bahwa kedelai mempunyai arti yang sangat besar bagi kami dalam rangka pemenuhan kebutuhan kedelai,†pungkasnya.
Danramil-03/SE Kapten Inf Fathul Mubin menjelaskan, kerjasama dan dukungan terus dilakukan untuk upaya menyelesaikan luas tanam kacang kedelai 137 hektare. Sehingga, seluruhnya terselesaikan dalam jangka waktu tiga bulan kedepan. Sebab, kacang kedelai memiliki nilai ekonomi tinggi. Sehingga, tercapai swasembada kacang kedelai untuk Kabupaten Banjar.
“Kami seluruh jajaran Koramil melakukan pendampingan kepada para petani kacang kedelai mereka untuk percepatan tanam,†ucap Fathul Mubin.(hendera)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluHari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluKH Hasanuddin Pimpin Salat Hajat Peringatan Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluSinergi Pemkab HSU – Aisyiyah Jalankan Strategi Pencegahan Perkawinan Anak
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluHari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar, DPRD Banjar Gelar Rapat Paripurna
-
DPRD KAPUAS3 hari yang laluKomisi IV DPRD Kapuas Konsultasi Mekanisme Pembahasan APBD Perubahan
-
HEADLINE17 jam yang lalu“Meracik Masa Depan Banua” dari Hilirisasi Perkebunan Kopi di Tanah Banjar







