Connect with us

HEADLINE

Penumpang Ceburkan Diri, Dharma Rucitra 1 Terlambat Sandar di Pelabuhan Trisakti

Diterbitkan

pada

Kapal Dharma Rucitra I saat bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (26/12/2025) pukul 01.00 Wita. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Rucitra 1 yang mengangkut jemaah Momen 5 Rajab Sekumpul dari Pulau Jawa mengalami insiden penumpang yang menceburkan diri ke laut.

Akibatnya, kapal feri jenis ro-ro dari Pelabuhan Tanjung Perak tersebut baru sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (26/12/2025), pukul 01.00 Wita, jauh dari estimasi kedatangan yakni pukul 22.00 Wita.

Jemaah asal Yogyakarta, Muhammad Romadoni menceritakan suasana saat kejadian berlangsung.

Baca juga: Sendiri dari Pasuruan, Suryanto Kali Pertama ke Sekumpul

“Tahu-tahu ada yang lihat orang terjun. Sempat terlihat berenang, tidak lama hilang,” ucap Doni.

Dia menyebut, jarak di lokasi kejadian itu sekitar 35 km dari Kota Banjarmasin.

Akan tetapi, Doni mengatakan orang atau penumpang tersebut bukan rombongan Momen 5 Rajab Sekumpul, melainkan pekerja yang diketahui berasal dari Lombok, NTB.

Sementara itu, Jemaah asal Pasuruan, Suryanto mengatakan, insiden tersebut sempat membuat kapal tidak melanjutkan perjalanan selama kurang lebih dua jam.

Baca juga: Libur Nataru Penumpang Padati Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

“Tadi ada orang yang lompat dari kapal, jadi setop dulu dua jam,” ujar Suryanto.

Terpisah kepada Kanalkalimantan, Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama, Anton Wahyudi mengkonfirmasi kabar terkait penumpang yang diduga menceburkan diri merupakan warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bernama Sumardi (44).

“Benar, saat berada di tengah alur pelayaran, ada penumpang yang loncat dari kapal kami,” ungkap Anton.

Kru kapal telah berusaha melakukan pencarian. Sayangnya, penumpang atas nama. Sumardi itu tak kunjung ditemukan sehingga perjalanan diteruskan ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Baca juga: Lima Imbauan Pemko Banjarmasin kepada Jemaah Momen 5 Rajab

“Kuatnya arus laut dan alur gelap pada saat kejadian membuat proses pencarian dihentikan, lantaran korban red atau tidak ditemukan,” bebernya.

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Basarnas Banjarmasin guna melakukan pencarian orang yang dilaporkan hilang secara lebih lanjut.

Adapun motif korban menceburkan diri ke laut masih dalam tahap pendalaman dan koordinasi lanjutan oleh pihak terkait. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca