Kabupaten Hulu Sungai Utara
Peluang Pasar Kerajinan Ilung Desa Banyu Hirang Masuk Eropa
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Kerajinan ilung karya tangan warga Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), semakin dikenal dunia.
Produk unggulan lokal tersebut dipamerkan dan diperkenalkan kepada peserta Field Visit & International Community Service (ICS) Intan-handil 2026, Kamis (8/10/2026) sore.
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Internasional Intan-Handil 2026 yang mengangkat tema pengembangan pertanian lahan basah dan infrastruktur dataran rendah berkelanjutan.
Kedatangan peserta ke Desa Banyu Hirang menjadi momentum memperkenalkan potensi lokal, khususnya kerajinan berbasis sumber daya alam rawa yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi Kelompok Usaha Bersama Kembang Ilung Banyu Hirang.
Baca juga: Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap, Mulai November-Desember

Bupati HSU, H Sahrujani memberikan apresiasi atas kreativitas warga yang mampu mengubah potensi alam sekitar menjadi produk bernilai jual tinggi sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
“Kerajinan ilung ini adalah potensi yang luar biasa. Dari bahan di sekitar kita, masyarakat mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomi dan seni. Ini harus terus kita dukung dan kembangkan,” katanya.
Dia menyambut baik adanya kerja sama dengan tamu dari Belanda yang berpotensi membuka akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: Puskesmas Mantangai Perkuat Kolaborasi Percepatan Cakupan Imunisasi
“Kami sangat mengapresiasi perhatian tamu dari Belanda. Ini menjadi peluang nyata bagi produk kerajinan lokal kita untuk menembus pasar internasional,” katanya.
Prof FX Suryadi dari Belanda menyampaikan ketertarikannya terhadap produk kerajinan ilung dan berkomitmen membantu pemasarannya ke pasar Eropa.
“Produk kerajinan di sini memiliki keunikan budaya dan nilai kearifan lokal yang sangat menarik. Kami akan berupaya membantu memperkenalkan dan memasarkan kerajinan dari HSU ke Belanda,” ungkapnya.
Baca juga: Pakar Lahan Basah ke Polder Alabio, Bupati HSU Minta Hasil Konferensi Ditindaklanjuti
Dia menilai produk berbasis bahan alam dengan sentuhan budaya lokal memiliki daya saing dan daya tarik tersendiri di mata pasar global.
Hadir dalam kegiatan Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, Sekretaris Daerah HSU, Adi Lesmana, Forkopimda, dan anggota DPRD Kalsel. Turut hadir para peserta dan narasumber dari Jepang, Belanda, Bangladesh, akademisi Universitas Lambung Mangkurat, dan instansi terkait.
Kunjungan ini tidak hanya membuka peluang pasar, tetapi juga memperlihatkan bahwa masyarakat di kawasan lahan rawa mampu tumbuh dan berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas negara. (Kanalkalimantan.com/dew)
Reporter: dew
Editor: bie
-
NASIONAL2 hari yang laluAwas Paham Radikal Masuk Gim Online
-
Kabupaten Kapuas19 jam yang laluTP PKK Pulau Kaladan Bersama Puskesmas Gelar Imunisasi Kejar Nasional
-
HEADLINE2 hari yang laluMusim Hujan Kalsel Datang Bertahap, Mulai November-Desember
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPemkab Kapuas Matangkan Program Local Service Delivery Improvement Project
-
HEADLINE2 hari yang laluBiaya Perjalanan Ibadah Haji 2027 Turun Jadi Rp54,6 Juta per Jemaah
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKonferensi Internasional Intan-Handil 2026: Polder Alabio Jadi Laboratorium Pertanian Lahan Basah



