Connect with us

Hukum

Pelaku Diduga Buntuti Korban, Gelas dan Sisa Air Keras Dikirim ke Labfor Mabes Polri

Diterbitkan

pada

Polisi melakukan olah TKP kasus penyiraman air keras pada Kadivpas Kalsel Asep Syarifudin Foto: istimewa

BANJARMASIN, Kasus penyiraman air keras yang menimpa Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemnkumham Kalsel Asep Syarifudin, Selasa (20/11) malam, terus diusut jajaran Polda Kalsel. Sejumlah barang bukti, meliputi gelas plastik dan sisa cairan air keras yang dipakai pelaku saat ini sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk diusut.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Mochamad Rifai kepada wartawan mengenai perkembangan kasus tersebut. Termasuk juga, polisi telah mendatangi lokasi kejadian perkara untuk pemeriksaan saksi, olah TKP, dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi.

“Yang akan dikirim semua barang bukti ke labfor, menyelidiki alat komunikasi dengan menggunakan bantuan teknologi,” terangya.
Ia mengatakan, penyerangan dilakukan pelaku saat korban Asep Syarifudin usai makan makan di Capung Cafe di Jl S Parman, Banjarmasin. Sebelum disiram air keras, Asep hendak memberikan uang parkir ke juru parkir. Ketika itu Asep memakai mobil dinas jenis Inova DA 695 R. “Korban sendirian saat kejadian dan mengira pelaku adalah seorang tukang parkir,” ucapnya.

Namun demikian, melihat berbagai unsur kejadian, analisanya bisa jadi pelaku sebelumnya telah menarget korban. Sehingga ketika dalam keadaan lengah, pelaku langsung dengan cepat melaksanakan aksinya tersebut. Jadi, kemungkinan korban sudah sejak lama dibuntuti oleh pelaku.

Yang jelas, akibat peristiwa tersebut Rifai menjelaskan, korban mengalami luka melepuh di bagian muka, bahu, dan tangan kanan-kiri. Korban masih mendapat perawatan medis. “Korban saat ini juga masih dalam perawatan di rumah sakit,” terangnya.

Sebelum kejadian penyiraman air keras, sekitar pukul 19.00 WITA, korban keluar dan menyetir mobil sendiri untuk makan di cafe Capung di Jalan S Parman. Selesai makan sekitar pukul 19.30 WITA, Asep didatangi orang yang tidak dikenal dan dikira adalah tukang parkir. Lantaran dikira tukang parkir, Asep pun mau memberi uang. Namun tiba-tiba, Asep langsung disiram dengan cairan diduga air keras. Usai menyiram pun pelaku langsung kabur.

Pejabat Baru

Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel mengatakan, Asep Syarifudin yang baru menjabat selama lima bulan di posisinya sat ini. Asep pernah mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX pada tahun 2010.

Asep merupakan pria kelahiran Bekasi, 12 Desember 1961. Sebelum menjabat sebagai Kadivpas, sejumlah jabatan pernah disandangnya. Mulai dari Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga tahun 2015, Kepala Lapas Kelas I Palembang tahun 2016, dan Kepala Lapas Kelas I Medan tahun 2017. (lihat tabel, red).

Sejauh ini polisi belum bisa mematikan, apa kasus yang menimpa Asep ini terkait hubungannya dengan masalah hukum atau lainnya. Karena masih memerlukan keterangan pelaku untuk mengetahui lebih jauh.

Sementara itu, kasus ini juga menjadi perhatian Wakil Ketua Komnas HAM, Hairiansyah. Ia meminta polisi segera mengusut kasus ini. Termasuk menemukan motifnya, apakah terkait kasus hukum atau lainnya. Sebab peristiwa ini menimpa petugas Kemenkumham Kalsel. “Perlu diusut apakah ada kaitannya dengan tugas dan jabatan korban atau tidak,” ungkapnya.(mario)

BIODATA KADIVPAS KEMENKUMHAM KALSEL
Nama: Asep Syarifudin

Tanggal Lahir: Bekasi, 12 Desember 1961

Jabatan: Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel
Karier:
Kepala KPLP Lapas Klas IIA Anak Medan tahun 2002
Kalapas LP KL Penyambungan tahun 2004
Kalapas LP KL IIB Tebing Tinggi tahun 2009
Kalapas Lapas Klas IIB Lubuk Pakam tahun 2009
Kepala Lapas Anak Kelas IIA Medan tahun 2011
Kepala Lapas Klas IIA Bogor tahun 2013
Kepala Subdit Pengawasan Kesehatan Direktorat Bina Kesehatan dan Perawatam Narapaidana dan Tahanan tahun 2014
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga tahun 2015
Kepala Lapas Kelas I Palembang tahun 2016
Kepala Lapas Kelas I Medan tahun 2017
Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Kalsel tahun 2016

Bagikan berita ini!