Kalimantan Selatan
Panas Menyengat Disusul Hujan BMKG Kalsel Ungkap Penyebabnya
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Suhu udara tinggi yang menyengat dirasakan beberapa hari belakangan, lalu disusul hujan lebat disertai angin kencang dan petir sempat melanda wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (17/10/2025) siang.
Tak hanya di Ibu Kota Provinsi Kalsel, hujan disertai angin kencang juga mengguyur wilayah Banjarmasin, Martapura, dan sekitarnya.
Di Banjarbaru hujan disertai angin kencang menyebabkan sejumlah baliho atau spanduk tumbang di pinggir jalan karena tertiup angin. Sedangkan di kota lainnya seperti di Banjarmasin, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan beberapa titik mengalami pohon tumbang.
Hujan yang terjadi pada siang hingga sore terjadi hampir merata di Kalsel, menurut Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenni Thalo, dipengaruhi oleh adanya bibit siklon di Filipina, pola siklonik di utara Kalimantan, dan belokan angin yang menyebabkan penumpukan awan-awan hujan.
“Hujan terjadi karena adanya bibit siklon di Filipina, pola siklonik di utara Kalimantan dan belokan angin, menyebabkan terjadinya hujan lebat di hampir di seluruh wilayah Kalsel,” ujar Kepala Stamet Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenni Thalo, Sabtu (18/10/2025).
Di samping itu update data terakhir BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel memprediksi saat ini wilayah Kalsel sudah memasuki hujan.
“Jadi sesuai dengan prediksi klimatologi sudah memasuki musim hujan,” tambahnya.
Baca juga: Wabup HSU Letakkan Batu Pertama Peresmian Gerai Koperasi Merah Putih
Sebelumnya Forecaster Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Sri Widyastuti menyebutkan kondisi suhu panas menyengat akan masih terjadi diprakirakan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
“Kondisi suhu panas menyengat ini terjadi karena posisi atau kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh dari Monsun Australia,” ujar Forecaster Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Sri Widyastuti saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2025).
Berbagai wilayah Indonesia juga dalam beberapa hari terakhir turut mengalami kondisi ini, termasuk Kalsel yang berada di bawah ekuator pada saat posisi gerak semu matahari terjadi di bulan Oktober.
Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
Baca juga: Jelang Hari Santri Nasional 2025, Ini yang Dilakukan IPNU dan IPPNU Banjar
Kendati demikian sebagian daerah di Kalsel juga telah memasuki awal musim hujan pada pertengah September lalu, mesikipun tidak serentak di semua daerah di Kalsel. Hujan telah terjadi di 6,4% wilayah yang Kalsel pada akhir Agustus lalu.
Sedangkan untuk puncak musim hujan di Kalsel dipredeksi terjadi pada bulan November 2025 mendatang. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPenataan Blok Pasar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi
-
HEADLINE2 hari yang laluDari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Soroti Pengelolaan Taman CBS
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Dorong Kerjasama Solid Antar ASN dalam Pembangunan Daerah
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluTMMD Ke-127 Dimulai, Bupati HSU: TNI Berperan Aktif Percepat Pembangunan Pedesaan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluResmikan Puskesmas, Bupati Banjar Harapkan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat


