Connect with us

HEADLINE

Nasib Toko Karpet Disangka Tutup, Minta Oprit Jembatan Diturunkan

Diterbitkan

pada

Proyek pembangunan jembatan Sei Ulin Jalan A Yani Kilometer 31,5 atau depan Kolam Renang Antasari Banjarbaru. Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dampak ekonomi dirasakan pemilik toko karpet yang berada di kawasan proyek pembangunan Jembatan Sungai Ulin Jalan A Yani Kilometer 31,5 atau depan Kolam Renang Antasari Banjarbaru.

Sejak proyek pembangunan mulai dikerjakan oleh Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, toko karpet menjadi kehilangan pelanggan.

Susilo, selaku pengelola toko karpet mengungkap, bahwa sejumlah calon pembeli pergi karena menyangka toko yang berada persis di bagian kiri jembatan ini tutup karena akses jalan masuk sulit dilalui.

“Beberapa pelanggan menelpon saya dikiranya toko tutup karena melewati saja. Kami warga tidak menolak pembangunan, kami juga tidak menghambat pembangunan jembatan, kami malah mendukung,” ujar Susilo pemilik toko karpet saat diwawancarai, Senin (4/8/2025) sore.

Baca juga: DKISP Banjar Bagi-bagi Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Toko karpet yang terdampak pembangunan Jembatan Sei Ulin Jalan A Yani Kilometer 31,5. Foto : wanda

Namun, jika berbicara dampak penjualan pasti terdampak, sebab omset penjualan turun.

Biasa toko milik Susilo menjual minimal 7 lembar karpet interior rumah, saat ini setiap bulannya hanya dapat terjual 2 karpet.

“Itu pun kita jual rugi untuk hanya sekadar untuk menutupi biaya operasional toko. Misalnya harga Rp12 juta kita jual Rp3 juta, harga Rp6 juta sampai Rp7 juta kita bisa hanya jual Rp1 juta biar operasional kita jalan. tidak mandek,” jelasnya.

Baca juga: 5 Agustus: Hari Dharma Wanita Nasional, Ini Sejarah Terbentuknya

Kedatangan pelanggan maupun calon pembeli dalam sehari saja bisa datang 4-5 orang sebelum ada pembangunan jembatan ini.

“Biasanya 4 lembar sehari bisa terjual, tapi sekarang 4 lembar dua bulan itu dampaknya lebih parah dari pada saat Covid 2019,” ungkapnya.

Galeri karpet, sebut Susilo, tidak berani menyetok barang lebih banyak seperti kondisi normal karena belum tentu terjual.

“Biasanya kami bisa jualan karpet mushola atau masjid minimal 60 meter, selama ada pembangunan ini tidak ada sama sekali,” sebut dia.

Baca juga: Perkuat Koordinasi Lintas Perangkat Daerah, Pemkab Banjar Gelar Rakor

Dia menyayangkan tidak dilibatkan penuh dalam hal sosialisasi, bahkan terkait perubahan oprit tinggi jembatan.

“Kami selaku pemilik tempat usaha di sini tidak ada sama sekali sosialisasi. Saya tahunya dari tetangga, sosialisasi ketinggian jalan tidak ada sama sekali. Pertama kami tidak diundang, tahunya dari warga tetangga,” ungkap Susilo.

Warga kata dia, akhirnya berinisiatif menanyakan perubahan yang terjadi atas ketinggian oprit jembatan Sungai Ulin. Sebab dirinya pun ikut terdampak ekonomi dari adanya pembangunan ini.

“Ketika ada perubahan masyarakat tidak dilibatkan, padahal mereka ada kunjungan beberapa kali,” ungkapnya.

Baca juga: Keluhan Pembangunan Jembatan Km 35,1 Banjarbaru, Korlap Proyek Angkat Bicara

Pedagang karpet ini berharap tinggi oprit jembatan dalam pembangunan dapat disesuaikan ukuran seperti awal.

“Kedua keterbukaan informasi, akses jalan ke rumah ke toko juga harus menjadi perhatian,” tutupnya.

Sementara itu laporan akan keluhan dari warga juga disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera mengaku telah menerima surat aduan dari masyarakat ini dan akan menindaklanjutinya dalam waktu dekat.

Baca juga: Sinergi Strategis PLN – Kodam XII/Tanjungpura Perkuat Keamanan Sistem Kelistrikan di Kalbar

“Untuk laporan sudah kami terima, dalam waktu dekat akan kita tindaklanjuti untuk melihat langsung ke lapangan,” ujar Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, Selasa (5/8/2025).

Gusti Rizky menjelaskan karena pembangunan perbaikan merupakan perencanaan yang dilakukan Balai Pelaksana Jalan Nasional. Sehingga pihaknya kembali akan mencari titik kewewenangan wakil rakyat bisa sampai mana.

“Untuk masyarakat sekitar akan kita coba datangi dulu untuk mencari tahu sampai mana aspirasinya agar bisa kita perjuangkan,” tutup Rizky. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca