Connect with us

Pendidikan

Melestarikan Bahasa Daerah Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Diterbitkan

pada

Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan bertempat di Aria Barito Hotel Banjarmasin, pada Selasa (11/11/2025) malam. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing”, demikian Trigatra Bangun Bahasa yang selalu digaungkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai upaya menyelamatkan bahasa utamanya bahasa daerah.

Upaya tersebut diwujudkan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang rutin diselenggarakan tiap tahun dengan mengundang penutur muda dari 13 kabupaten/kota di Kalsel. Dalam FTBI 2025, Balai Bahasa Provinsi Kalsel memfokuskan bahasa daerah yang umum dipakai warga Banua yakni Bahasa Banjar.

Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan bertempat di Aria Barito Hotel Banjarmasin, pada Selasa (11/11/2025) malam. Foto: fahmi

Baca juga: PLN UP2B Kalbar Salurkan Paket Sembako

Ketua Pelaksana FTBI 2025, Indrawati menjelaskan, FTBI bertujuan melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas serta kebudayaan bangsa. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembinaan dan apresiasi bagi generasi muda dalam menggunakan bahasa Ibu di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

“FTBI ini merupakan tindak lanjut dari program Badan Pembangunan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menggunakan bahasa Ibu di lingkungan pendidikan dan masyarakat,” ujar Indrawati dalam pembukaan FTBI 2025.

FTBI tahun ini, ada 130 peserta yang terdiri dari 65 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 65 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka akan memperbutkan pemenang 1 sampai 6 dalam 5 genre yang dilombakan antara lain cerpen, menulis dan membaca puisi, berpidato, bercerita, dan komedi tunggal.

Ketua Pelaksana Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2025, Indrawati.Foto: fahmi

Baca juga: Lelaki 53 Tahun Dibekuk Polsek Banjarbaru Utara Simpan Sabu

Pemenang 1 sampai 6 masing-masing akan mendapatkan sertifikat, piala, dan uang pembinaan dengan rincian:
– Pemenang 1: Rp3.000.000
– Pemenang 2: Rp2.500.000
– Pemenang 3: Rp2.000.000
– Pemenang 4: Rp1.500.000
– Pemenang 5: Rp1.200.000
– Pemenang 6: Rp1.000.000

“Total hadiah yang disediakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak Rp112.000.000. Juri FTBI berjumlah 15 orang yang terdiri atas maestro, akademisi, dan praktisi di bidangnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel, Armiati Rasyid menuturkan, FTBI adalah sarana untuk melindungi 3 bahasa daerah seperti diantaranya Bahasa Banjar, Bahasa Bakumpai, dan Bahasa Dayak Deah. Di samping itu, kegiatan ini menjadi perayaan hasil pembelajaran program revitalisasi bahasa daerah.

Baca juga: HSU Kirim 77 Paralimpian ke Peparprov V Kalsel, Turun di 9 Cabor

“Anak-anak ini sudah mengikuti pembelajaran bahasa daerah selama kurang lebih empat sampai lima bulan dan pengajarnya adalah guru utama yang sudah kami ikutsertakan kepada program bimbingan teknis,” kata Armiati.

FTBI bukan hanya soal pertunjukan atau penampilan siswa, tapi lebih kepada menambah penutur muda bahasa daerah. Pada akhirnya, tunas-tunas muda inilah yang akan melanjutkan atau meregenerasi bahasa daerah di Kalsel.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid. Foto: fahmi

“Sehingga bahasa daerah di Kalimantan Selatan tetap lezat dan kita siap memperlambat kepunahan bahasa daerah di Kalimantan Selatan karena kita sudah memiliki bibit-bibit unggul,” ungkap Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel.

Baca juga: 104 Paralimpian NPCI Banjarbaru Siap Rebut Medali Peparprov Kalsel V 2025

Armiati berharap FTBI bisa menarik minat dan antusias penutur bahasa daerah khususnya bahasa Banjar semakin bertambah dan memiliki sifat positif sebagai aset atau kebanggan mereka selaku Urang Banjar.

Sejatinya pelestarian bahasa negara tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh Balai Bahasa, oleh sebab itu dibutuhkan peran serta semua elemen dalam mewujudkannya. “Kita harus bersama memikirkan bagaimana keberlanjutan pelestarian bahasa daerah,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca