Kesehatan
Manfaat Kayu Bajakah: Kandungan, Bukti Ilmiah, Cara Konsumsi, dan Keamanan
Obat herbal merupakan salah satu pengobatan alternatif yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tanaman yang banyak mengandung khasiat ini dipercaya bermanfaat untuk kebugaran bahkan dapat mengganti obat modern. Salah satunya adalah tanaman bajakah, tanaman endemik yang bisa ditemui di pedalaman Kalimantan.
Kayu bajakah ini digadang-gadang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan pengobatan. Namun, apakah pernyataan ini benar? Berikut informasi lengkap tentang kandungan, manfaat, cara mengonsumsi, hingga efek samping kayu bajakah.
Apa Itu Kayu Bajakah?
Asal-usul dan Habitat Bajakah di Kalimantan
Tanaman bajakah adalah tumbuhan tropis yang bisa ditemui di pedalaman Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Tengah. Tak hanya Kalimantan, tanaman ini juga tumbuh di Asia Tenggara, hingga sebagian Asia Selatan dan Asia Timur.
Ada banyak jenis bajakah dan memiliki nama berbeda. Bahkan, sama-sama diberi nama bajakah, tetapi mempunyai nama latin yang berbeda. Bajakah yang paling banyak beredar di pasaran adalah:
- Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.)
- Bajakah kalalawit/kalawit (Uncaria gambir Roxb.)
- Bajakah kuning (Coscinium fenestratum (Gaertn.) Colebr., Arcangelisia flava (L.) Merr., dan Fibraurea tinctoria Lour)
Dari banyaknya jenis tanaman bajakah ini, bajakah tampala merupakan jenis bajakah yang paling banyak diteliti karena digadang-gadang digunakan orang-orang Suku Dayak untuk pengobatan.
Bagian yang Umum Digunakan
Bagian tanaman bajakah yang pada umumnya dimanfaatkan adalah batang dan akarnya. Keduanya memiliki kandungan yang yang dipercaya bermanfaat untuk imunitas dan memiliki antioksidan yang berguna untuk tubuh.
Penggunaan akar bajakah lebih dikenal di masyarakat dibanding batangnya. Hal ini karena pada penelitian dan budaya pengobatan tradisional, bagian akar lebih sering digunakan.
Kayu bajakah ini sudah digunakan oleh Suku Dayak secara turun-temurun untuk obat-obatan. Kayunya biasa digunakan untuk menyembuhkan luka dan menghentikan pendarahan.
Mengapa Bajakah Populer? (Latar Viral dan Respon Masyarakat)
Tahun 2019 lalu, nama kayu bajakah mencuat dan viral di kalangan masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah. Fenomena ini berawal dari prestasi yang ditorehkan 2 siswi SMA Negeri 2 Palangka Raya, Anggina Rafitri dan Aysa Maharani, yang berhasil mendapatkan medali emas di ajang World Invention Creativity (WIO) di Seoul, Korea Selatan.
Di bawah bimbingan Ibu Guru Helita, M. Pd., 2 putri Dayak ini melakukan penelitian dan menemukan bahwa akar bajakah dapat melawan sel kanker dan digadang-gadang menjadi obat antikanker.
Penemuan viral dan muncullah berbagai reaksi dari masyarakat, khususnya di Palangka Raya. Banyak orang-orang yang menjual akar dan kayu yang diklaim sebagai kayu bajakah di pinggir jalan, bahkan di media sosial.
Permintaan pembelian akar dan kayu bajakah pun membludak hingga dari luar Kalimantan untuk pengobatan kanker. Meskipun demikian, penelitian tersebut masih di tahap sangat awal untuk dikatakan sebagai obat kanker.
Kandungan Kayu Bajakah yang Diduga Bermanfaat
Kayu bajakah secara umum memiliki banyak kandungan yang berpotensi digunakan sebagai obat tradisional. Masyarakat Dayak pun sudah memanfaatkan kayu bajakah turun-temurun untuk penyembuhan.
Menurut jurnal International Journal of Public Health Science (2024), di dalam kayu bajakah, khususnya bajakah tampala, terkandung senyawa kimia berupa flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, terpenoid, fenolik, dan fenol.
Senyawa yang terkandung pada kayu bajakah dapat membentuk sifat antiinflamatori, antifungal, antipiretik, antioksidan, antidiabetik, antikanker, imunostimulator, dan antibakterial.
Manfaat Kayu Bajakah Menurut Penelitian
1. Potensi sebagai Antioksidan Kuat
Dikutip dari Jurnal Health Sains (2022), dari berbagai penelitian manfaat kayu bajakah, terlihat bahwa tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan sangat kuat. Kandungan flavonoid pada bajakah memiliki peran penting terhadap kuatnya senyawa antioksidan.
Aktivitas antioksidan pada kayu bajakah memiliki peran untuk melindungi sel-sel yang rusak akibat radikal bebas pada tubuh manusia.
2. Mendukung Proses Pemulihan Tubuh
Pada penelitian pada Biomolecular and Health Science Journal (2025) melakukan uji coba kandungan antioksidan pada ekstrak kayu bajakah tampala kepada tikus wistar diabetes.
Pada penelitian ini, ditemukan bahwa manfaat kayu bajakah berperan pada perbaikan sel, khususnya pada sel hati. Kandungan flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin dalam ekstrak bajakah mampu mengurangi zat berbahaya (radikal bebas) yang merusak sel.
Berkurangnya kerusakan ini membuat sel-sel tubuh memiliki kesempatan untuk pulih dan berfungsi kembali dengan baik. Hasil penelitian juga menunjukkan kondisi tikus lebih stabil, sehingga disimpulkan kayu bajakah berpotensi membantu proses pemulihan sel yang rusak akibat penyakit.
3. Mencegah & Mengobati Kanker (Berdasarkan Uji Awal, Bukan Klaim Pasti)
Klaim kayu bajakah bisa digunakan untuk mengobati kanker berawal dari penelitian yang dilakukan oleh 2 siswi SMAN 2 Palangka Raya yang berhasil membawa pulang medali emas pada ajang World Invention Creativity (WIO) di Seoul, Korea Selatan.
Penelitian tersebut dilakukan karena pada kayu bajakah terdapat senyawa flavonoid yang secara ilmiah dapat membantu melawan sel kanker. Penelitian ini juga dilakukan dalam Journal of Food and Pharmaceutical Sciences (2025).
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi kayu bajakah tampala sebagai antioksidan dan antikanker. Uji toksisitas juga dilakukan dan diperkirakan bahwa senyawa aktif dalam kayu bajakah tidak bersifat beracun, sehingga berpotensi menjadi bahan alami pendukung kesehatan.
Penelitian ini masih di tahap awal dengan uji coba di laboratorium, simulasi komputer, dan analisis molekuler, sehingga kayu bajakah masih terlalu dini untuk dianggap sebagai obat penyakit kanker. Masih butuh penelitian yang lebih lanjut untuk membuktikan keefektifannya.
4. Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Menurut penelitian pada The 8th International Conference of Public Health (2021), kayu bajakah yang mempunyai sifat antiinflamasi dan antioksidan yang berguna untuk kekebalan imun tubuh.
Kandungan dalam bajakah berupa senyawa flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin berperan penting dalam menjaga sistem imun tubuh.
Ekstrak kayu bajakah mampu untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, mendukung respon imun, hingga meningkatkan sistem pertahanan antioksidan tubuh.
5. Membantu Meredakan Peradangan Ringan
Menurut hasil penelitian dari Tropical Journal of Natural Product Research (2025) dengan metode in vitro (di laboratorium) dan in silico (simulasi komputer), kayu bajakah tampala memiliki kemampuan untuk membantu peradangan, khususnya peradangan ringan.
Ekstrak kayu bajakah tampala mampu melindungi sel dan protein tubuh dari kerusakan yang diakibatkan peradangan, sehingga reaksi peradangan dapat ditekan.
Senyawa fenolik dalam terkandung di dalam kayu bajakah tampala dapat berikatan dengan protein pemicu peradangan secara kuat dan stabil, sehingga senyawa tersebut berpotensi menghambat proses terjadinya peradangan dalam tubuh.
Hasil dari penelitian membuktikan kayu bajakah berpotensi untuk membantu mengurangi peradangan, meskipun masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan penggunaannya aman dan efektif.
Baca Juga: Akar Bajakah Tumbuh Kembang Diantara Meranti
Cara Mengonsumsi Kayu Bajakah yang Benar
Seperti tanaman herbal lainnya, ada cara-cara yang tepat untuk mengonsumsi kayu bajakah. Dilansir dari Alodokter, ini cara minum akar bajakah yang benar.
- Bersihkan kulit akar bajakah, lalu potong kecil-kecil.
- Cuci akar bajakah yang sudah dipotong ke dalam panci.
- Tambahkan air secukupnya.
- Rebus selama 5–10 menit sampai mendidih atau hingga airnya berubah warna menjadi kemerahan.
- Air rebusan siap diminum.
Mengutip dari kanal YouTube Hidup Sehat TVOne, ada tips untuk minum hasil rebusan kayu bajakah, yaitu:
- Minum rebusan kayu bajakah setelah makan.
- Bisa dikonsumsi 1 gelas sehari, maksimal 2 gelas.
- Bahan rebusan kayu bajakah maksimal dipakai 2 kali.
- Air rebusan bajakah sebaiknya langsung diminum.
Selain dalam bentuk utuh, ada juga yang menjual akar atau kayu bajakah dalam berbagai macam bentuk siap konsumsi. Ada yang berupa potongan kayu kecil-kecil, serbuk, produk teh siap minum, hingga dalam bentuk ekstrak.
Efek Samping dan Risiko Konsumsi Kayu Bajakah
Tanaman herbal walaupun bersifat alami dari alam, bukan berarti tidak memiliki efek samping dan risiko saat mengonsumsinya. Melansir dari Halodoc, berikut efek samping dari kayu bajakah.
- Memicu alergi pada sebagian orang, seperti ruam kulit, gatal, dan gangguan pernapasan.
- Kandungan kayu bajakah seperti flavonoid dan saponin dapat menimbulkan interaksi dengan obat-obat tertentu, seperti obat pengencer darah dan obat untuk tekanan darah tinggi.
- Diare dan kram perut, terutama jika diminum dalam jumlah besar.
- Mual dan muntah.
- Senyawa aktif pada kayu bajakah dapat berbahaya untuk bagi hati dan ginjal bila dikonsumsi dalam jumlah besar.
Kayu bajakah ini juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui karena sampai saat ini belum terbukti secara ilmiah atas efeknya pada kehamilan dan bayi. Selain itu, senyawa aktif dapat terserap ke dalam ASI dan dikhawatirkan berdampak pada bayi yang sensitif.
Apakah Bajakah Aman untuk Pengobatan Herbal? (Analisis Netral)
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa akar bajakah memiliki berbagai kandungan yang baik untuk tubuh. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan akar bajakah untuk pengobatan masih butuh penelitian yang lebih lanjut. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan mayoritas berupa penelitian dalam laboratorium atau menggunakan tikus sebagai hewan uji.
Apakah kayu bajakah aman dikonsumsi untuk pengobatan herbal? Jawabannya relatif aman karena dari beberapa penelitian, kayu bajakah tidak bersifat beracun dan telah dikonsumsi masyarakat Dayak turun-temurun. Walaupun begitu, tetap harus sesuai dengan anjuran dokter karena adanya risiko dan efek samping.
Untuk meminimalisir adanya risiko yang berbahaya bagi tubuh, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kayu bajukah: konsultasi dokter terlebih dahulu, mendapatkan kayu bajakah dari sumber terpercaya, minum sesuai dengan dosis yang dianjurkan, dan langsung hentikan jika terjadi efek samping.
Baca Juga: Kemenkes: Masyarakat Jangan Langsung Percaya Khasiat Kayu Bajakah
Kesimpulan
Penelitian menunjukkan bahwa kayu bajakah memiliki senyawa kimia yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Akan tetapi, penelitian tersebut masih berupa penelitian dalam laboratorium atau menggunakan hewan uji.
Sebaiknya, dalam mengonsumsi ekstrak kayu bajakah cukup sebagai minuman herbal, bukan obat-obatan medis. Dalam mengonsumsinya pun harus menggunakan dosis dan cara yang tepat untuk mengurangi kemungkinan adanya risiko dan efek samping.
Perlu diingat bahwa dalam mengonsumsi obat herbal, kita harus bijak dan selalu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Kita harus tetap berhati-hati, apalagi jika sedang mengonsumsi obat lain secara rutin. (Kanalkalimantan.com/kk)
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluGubernur Muhidin Melantik 6 Pejabat, Ini Nama dan Posisinya
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluWabup Banjar Tutup Gelaran Pasar Murah Ramadan 1447 H
-
HEADLINE3 hari yang laluHadapi Libur Lebaran, Tahura Sultan Adam Siagakan Personel dan Ambulans
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Pekauman
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluDPRD HSU Sepakati Perubahan Raperda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluLomba Bagarakan Sahur Digelar di Amuntai




